Melawi Kalbar,WartaNews.com — PT Citra Mahkota (CMA) menginisiasi kegiatan Apel Siaga Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) bersama, seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) di lingkungan perusahaan. Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen dan implementasi kebijakan perusahaan dalam menjaga kelestarian lingkungan,sekaligus memperkuat keterlibatan masyarakat, dalam upaya pencegahan dan penanganan kebakaran lahan di wilayah sekitar operasional.

Apel Siaga yang digelar tersebut tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari rangkaian pembinaan Masyarakat Peduli Api (MPA) di desa-desa sekitar perusahaan. Melalui kegiatan ini, PT CMA menegaskan bahwa pencegahan Karhutla merupakan tanggung jawab bersama, yang harus dijalankan secara kolaboratif antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat.

Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah tamu undangan dari, berbagai unsur, yaitu Satuan Polisi Pamong Praja Bidang Pemadam Kebakaran Kabupaten Melawi, Camat Ella Hilir dan Menukung, Kapolsek Ella Hilir dan Menukung, Danramil Ella Hilir dan Menukung, Kepala Desa Sungai Mentoba, Kepala Desa Nanga Keruap, serta Ketua CV. Duta Sawita selaku pihak pemasok Tandan Buah Segar (TBS).

Kehadiran unsur pemerintahan, kepolisian, dan TNI ini mencerminkan sinergi lintas sektor dalam mendukung upaya pencegahan, dan penanggulangan Karhutla di wilayah Kabupaten Melawi.Dalam apel tersebut dilaksanakan pemeriksaan kesiapsiagaan peralatan, Pemadam Kebakaran (Damkar) milik PT CMA.

Pemeriksaan ini bertujuan memastikan seluruh sarana dan prasarana pengendalian kebakaran, berada dalam kondisi siap pakai, terutama menjelang musim kemarau yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran lahan. Kesiapan peralatan menjadi indikator penting dari keseriusan perusahaan dalam mengimplementasikan kebijakan pengendalian Karhutla secara berkelanjutan. Kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan pencegahan dan penanggulangan kebakaran yang difasilitasi oleh Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bidang Pemadam Kebakaran Kabupaten Melawi.

Pelatihan yang diikuti sebanyak 43 peserta ini memberikan pembekalan teknis kepada regu pemadam perusahaan, maupun anggota MPA desa, mencakup teknik pemadaman, penggunaan peralatan, hingga langkah-langkah tanggap darurat di lapangan. Kepala Bidang Kebakaran Kabupaten Melawi, Elkadius Ace, S.Sos, yang bertindak sebagai Instruktur atau pelatih dalam kegiatan tersebut, menyampaikan dukungan penuhnya terhadap pelaksanaan Apel Siaga ini. Ia menilai kegiatan ini sangat positif dan bermanfaat, dalam meningkatkan kesadaran seluruh pihak terhadap bahaya kebakaran hutan dan lahan.

Penyerahan plakat simbolis bantuan kepada Desa Sungai Mentoba dan Desa Nanga Keruap
Sebagai bentuk dukungan konkret kepada masyarakat.PT CMA juga menyerahkan, plakat sebagai simbolis bantuan dalam pencegahan kebakaran lahan, dan hutan kepada Desa Sungai Mentoba dan Desa Nanga Keruap.

Penyerahan bantuan ini merupakan bagian dari implementasi kebijakan perusahaan, yang menempatkan masyarakat sebagai mitra utama dalam menjaga wilayah dari ancaman kebakaran, sekaligus mendorong kemandirian desa dalam kesiapsiagaan Karhutla.

Momentum apel siaga juga ditandai dengan penandatanganan komitmen bersama, antara PT CMA dan seluruh stakeholder yang hadir.

Penandatanganan ini menjadi pernyataan resmi kesungguhan seluruh, pihak untuk bahu-membahu mencegah dan menanggulangi kebakaran hutan dan lahan, sejalan dengan kebijakan perusahaan yang menekankan pelibatan aktif masyarakat, dalam setiap tahap upaya pencegahan.
Puncak dari rangkaian kegiatan adalah pembentukan Masyarakat Peduli Api (MPA) dari Desa Sungai Mentoba dan Desa Nanga Keruap yang diperkuat dengan Surat Keputusan (SK) Pembentukan MPA.

Masyarakat diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam mendeteksi dan menanggulangi potensi kebakaran, secara dini di lingkungannya masing-masing.

Melalui seluruh rangkaian kegiatan tersebut, PT CMA menegaskan bahwa pencegahan dan penanggulangan Karhutla merupakan, bagian tak terpisahkan dari kebijakan perusahaan yang berkomitmen, terhadap kelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.

Perusahaan berharap kolaborasi bersama pemerintah dan masyarakat ini dapat, terus dijaga dan ditingkatkan, sehingga wilayah operasional beserta desa-desa di sekitarnya terbebas dari, ancaman kebakaran hutan dan lahan.(Musa)