PELALAWAN, WARTANEWSTV.COM – Keluarga besar, kerabat, dan jemaat mengantarkan jenazah almarhum Aliaro Laia ke tempat pemakaman pada Senin (12/10/2026). Sebelum prosesi pemakaman, rangkaian ibadah penghiburan dan persiapan pemberangkatan jenazah dilaksanakan dengan penuh khidmat, sukacita, serta pengharapan iman kepada Tuhan.

Ibadah dipimpin oleh Pdt. Maromon dari Gereja Injil Immanuel. Dalam suasana penuh kekeluargaan, keluarga dan jemaat mengikuti rangkaian ibadah sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada almarhum sekaligus penguatan bagi keluarga yang ditinggalkan.

Meski diselimuti suasana duka, ibadah berlangsung dengan semangat sukacita iman. Keluarga dan jemaat mengenang perjalanan hidup almarhum, khususnya dalam kehidupan bermasyarakat, hubungan kekeluargaan, serta pengabdiannya dalam pelayanan kepada Tuhan.

Dikenang sebagai Sosok yang Baik dan Dekat dengan Keluarga

Berdasarkan keterangan keluarga yang disampaikan oleh Bapak Wardin Laia kepada wartawan pada Senin (12/10/2026), almarhum Aliaro Laia dikenal sebagai sosok yang menjalin hubungan baik dengan keluarga maupun saudara-saudaranya.

Semasa hidupnya, almarhum juga dikenal memiliki hubungan yang baik dengan lingkungan sekitarnya. Sikap tersebut menjadi bagian dari kenangan yang ditinggalkan bagi keluarga dan orang-orang yang pernah mengenalnya.

Keluarga turut mengenang perjalanan hidup almarhum yang pernah merantau ke luar daerah, termasuk ke Nias. Dalam perjalanan hidupnya, almarhum tetap menjalankan pelayanan kepada Tuhan.

Pengalaman hidup dan pengabdian tersebut menjadi bagian penting dari kisah perjalanan almarhum yang dikenang oleh keluarga.

Meninggalkan Tujuh Anak dan Puluhan Keturunan

Dalam perjalanan hidupnya, almarhum Aliaro Laia dikaruniai tujuh orang anak kandung. Selain itu, almarhum meninggalkan 17 orang cucu dan 22 orang cicit.

Keturunan tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang kehidupan keluarga yang akan terus berlanjut dari generasi ke generasi.

Bagi keluarga besar, kepergian almarhum bukan hanya meninggalkan kesedihan, tetapi juga kenangan tentang kebersamaan, hubungan persaudaraan, dan nilai-nilai kehidupan yang telah dijalani semasa hidupnya.

Riwayat keluarga dan keturunan almarhum menjadi salah satu bagian penting dalam mengenang perjalanan hidupnya, sekaligus menjadi pengingat bagi generasi penerus untuk tetap menjaga hubungan kekeluargaan.

Jenazah Dimakamkan di Kawasan Pipa Gas Sorek I

Setelah rangkaian ibadah selesai dilaksanakan, jenazah almarhum Aliaro Laia kemudian diberangkatkan menuju tempat pemakaman di kawasan Pipa Gas, Sorek I, Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau.

Keluarga, kerabat, dan jemaat turut mengantarkan jenazah hingga ke tempat peristirahatan terakhir sebagai bentuk penghormatan dan kasih kepada almarhum.

Prosesi tersebut menjadi penutup perjalanan kehidupan almarhum di dunia sekaligus momen bagi keluarga untuk menyerahkan kepergiannya dalam pengharapan iman.

Kepergian Aliaro Laia meninggalkan kenangan bagi keluarga dan orang-orang yang mengenalnya. Kebaikan, hubungan persaudaraan, serta perjalanan pelayanannya kepada Tuhan menjadi bagian dari kisah hidup yang akan terus dikenang oleh keluarga besar.

Bagi keluarga yang ditinggalkan, kenangan tersebut diharapkan menjadi penguat untuk tetap tabah, saling menopang, dan menjaga persatuan dalam menghadapi masa duka.

Penulis: Sudirman Waruhu