MANGGARAI, NTT — Sekitar 900 orang memadati Kampung Wotok, Desa Riung, Kecamatan Cibal, Kabupaten Manggarai, Rabu (23/9/2026). Mereka hadir mengikuti kampanye akbar Calon Kepala Desa (Kades) Riung Nomor Urut 01, Mariano Oktavianus Nari, S.Pt, yang akrab disapa Retno Nari.
Massa pendukung tersebut berasal dari sejumlah wilayah, di antaranya Dusun Kois, Wotok, dan Gumbang. Dalam kegiatan itu, Retno Nari menyampaikan visi, misi, serta gagasan yang menjadi dasar perjuangannya dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Riung periode 2027–2034.
Ajak Kompetisi dengan Gagasan
Juru Kampanye (Jurkam) Nomor Urut 01, Ino Mamat, mengatakan perjuangan yang mereka lakukan bukan untuk menjatuhkan pihak lain, melainkan untuk mendapatkan kepercayaan masyarakat melalui gagasan dan program yang ditawarkan.
«“Kemenangan yang kami harapkan bukanlah kemenangan yang dibangun dari menjatuhkan pihak lain, melainkan kemenangan yang lahir dari kepercayaan masyarakat,” katanya.»
Menurut Ino, seorang pemimpin desa harus mampu mendengar suara masyarakat, memahami kebutuhan warga, bekerja secara terbuka, serta menempatkan kepentingan Desa Riung di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.
Ia juga mengingatkan seluruh pendukung agar perbedaan pilihan dalam Pilkades tidak menjadi alasan untuk merusak hubungan kekeluargaan di tengah masyarakat.
«“Mari berkompetisi dengan gagasan, memilih dengan hati nurani, dan setelah Pilkades selesai, kembali bergandengan tangan membangun Desa Riung,” ujarnya.»
Retno Nari: Jangan Percaya Janji Politik
Di hadapan massa pendukung, Retno Nari menyampaikan bahwa dirinya tidak ingin menjadikan janji politik sebagai dasar utama perjuangannya.
«“Jangan pernah percaya kepada siapa pun yang memberikan janji. Saya sendiri tidak pernah memberikan janji,” ungkap Retno.»
Ia kemudian menyampaikan ungkapan dalam bahasa Manggarai:
«“Eme lobo watun cepisa perjuangan dite ho, ho taung kid kole tite.”»
Retno juga menekankan pentingnya menjaga persaudaraan di tengah perbedaan pilihan politik.
«“Jangan jadikan Pilkades ini sebagai ajang pecah belah keluarga. Apa pun pilihan orang lain harus kita hargai, karena itu bagian dari demokrasi,” tegasnya.»
Usung Pemerintahan yang Jujur, Transparan, dan Melayani
Dalam kampanye tersebut, Retno Nari turut memaparkan visi yang menjadi landasan perjuangannya, yakni:
«“Terwujudnya Desa Maju, Mandiri, Adil dan Sejahtera dengan Pelayanan Publik yang Jujur dan Transparan demi Kemakmuran Masyarakat Desa Riung.”»
Ia menekankan tiga prinsip utama dalam pemerintahan desa, yaitu jujur, transparan, dan melayani.
«“Jujur, bekerja dengan hati dan penuh integritas. Transparan, terbuka dalam setiap keputusan. Melayani, melayani masyarakat dengan sepenuh hati,” pungkasnya.»
“Saatnya Orang Muda Membawa Perubahan”
Dalam kampanye akbarnya, Retno Nari juga membawa pesan perubahan melalui slogan:
«“Saatnya orang muda membawa perubahan. Bersama membangun Desa Riung yang maju, mandiri dan sejahtera.”»
Ia turut menyampaikan seruan dalam go’et sastra lisan Manggarai:
«“Lonto liup ite ca Desa Riung, pande nera dite desa kut nendong neteng beo.”»
Menutup kampanye, Retno Nari mengajak masyarakat Desa Riung menggunakan hak pilihnya pada 8 Oktober 2026. Ia juga menyerukan kepada para pendukungnya untuk memilih Nomor Urut 01, sembari tetap menghormati masyarakat yang memiliki pilihan berbeda.
Pilkades Riung kini memasuki tahapan penting. Perbedaan pilihan menjadi bagian dari proses demokrasi yang berlangsung di tengah masyarakat.
Dalam kampanye tersebut, pesan persaudaraan juga menjadi salah satu hal yang ditekankan, agar perbedaan pilihan politik tidak mengganggu hubungan kekeluargaan dan kehidupan sosial masyarakat Desa Riung.
Pilihan politik boleh berbeda, tetapi persaudaraan tetap harus dijaga.
Penulis: Alfred Ten



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.