Sijunjung, Wartanewstv.com – 12 Agustus 2026 Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat, yang dikenal dengan sebutan Ranah Lansek Manih, kembali menjadi perhatian seiring munculnya sejumlah nama putra daerah yang dinilai memiliki kapasitas dan pengalaman untuk ikut membangun daerah.
Sejak era Reformasi, Kabupaten Sijunjung telah mengalami pemekaran dengan lahirnya Kabupaten Dharmasraya. Secara historis, wilayah Sijunjung juga memiliki keterkaitan dengan sejumlah daerah yang dahulu tergabung dalam Kabupaten Sawahlunto/Sijunjung, termasuk Talawi, Silungkang dan Muaro Kalaban yang kini menjadi bagian dari Kota Sawahlunto.
Sijunjung dikenal sebagai daerah yang banyak melahirkan tokoh berkiprah di tingkat nasional bahkan internasional. Di antaranya Prof. H. M. Yamin, Prof. Dr. H. Syafe’i Ma’arif, Prof. Dr. Sanusi Latief, Prof. Dr. Ir. H. Novirman Jamarun, M.Sc., IPU., ASEAN.Eng., Prof. Dr. H. Novesar Jamarun, MS., serta sejumlah tokoh lainnya dari berbagai bidang.
Di antara putra daerah tersebut, terdapat nama H. Jonni Afrizon, SE., MM., CG.CAE., yang saat ini mengabdi sebagai birokrat nasional di Kementerian Perindustrian Republik Indonesia.
Pria kelahiran Nagari Silantai, Kecamatan Sumpur Kudus, pada 30 April 1969 ini merupakan putra bungsu dari pasangan almarhum H. Jamarun dan Hj. Jamariah. Ia juga merupakan adik kandung Prof. Dr. Ir. H. Novirman Jamarun dan Prof. Dr. H. Novesar Jamarun.
Dalam perjalanan pengabdiannya, H. Jonni Afrizon telah dipercaya menduduki sejumlah jabatan strategis. Kariernya antara lain dimulai sebagai dosen, kemudian dipercaya menjadi Kepala Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri, Sekretaris Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri, Kepala Pusat Pengembangan Pendidikan Vokasi Industri, Sekretaris Direktorat Jenderal Ketahanan, Perwilayahan dan Akses Industri Internasional, hingga Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Industri.
Pengalaman panjang tersebut membuat dirinya dinilai memiliki pemahaman yang kuat mengenai birokrasi, pemerintahan dan pembangunan, baik di tingkat daerah maupun nasional.
Selain pengalaman birokrasi, kiprahnya di tingkat pusat juga membuat H. Jonni Afrizon memiliki jaringan yang cukup luas. Aktivitas dan pengabdiannya selama ini membuat dirinya harus banyak beraktivitas antara Jakarta, Padang dan Sijunjung.
Kecintaan terhadap kampung halaman menjadi salah satu alasan namanya mulai diperbincangkan sebagai salah satu figur potensial untuk ikut mengambil bagian dalam pembangunan Kabupaten Sijunjung.
H. Jonni Afrizon lahir dan dibesarkan di Nagari Silantai, Kecamatan Sumpur Kudus, Kabupaten Sijunjung. Pendidikan formalnya juga ditempuh di Sumatera Barat, mulai dari SD Inpres Sumpur Kudus, SMP Negeri Silantai, SMA Negeri Muaro Sijunjung hingga pendidikan tinggi di sejumlah perguruan tinggi di Padang, antara lain UNAND, UNES dan UNP.
Latar belakang tersebut membuat dirinya dinilai memahami karakter masyarakat, budaya dan perjalanan pembangunan daerah yang menjadi tanah kelahirannya.
Pilkada Sijunjung 2029 memang masih beberapa tahun lagi. Namun, dinamika politik daerah mulai menjadi perhatian, termasuk munculnya sejumlah nama yang dinilai memiliki potensi untuk maju dalam kontestasi tersebut.
H. Jonni Afrizon disebut sebagai salah satu figur yang memiliki modal pengalaman birokrasi nasional, kemampuan manajerial, jaringan serta pemahaman terhadap pemerintahan.
“Sijunjung memanggilmu pulang, H. Jonni Afrizon. Bersiaplah untuk kembali mengabdikan diri bagi tanah kelahiran,” menjadi salah satu pesan yang disampaikan penulis dalam tulisan ini.
Menurut penulis, pengalaman panjang di pemerintahan menjadi salah satu keunggulan yang dimiliki H. Jonni Afrizon. Sosok yang dinilai cerdas, santun, tegas, berwibawa dan memiliki kepedulian terhadap daerah tersebut diharapkan dapat mengambil bagian dalam mewujudkan Sijunjung yang lebih maju dan berkeadilan.
Pilkada 2029 masih berada di depan. Namun, persiapan dan komunikasi politik biasanya telah dimulai jauh sebelum tahapan resmi berlangsung.
Penulis mengungkapkan bahwa beberapa waktu lalu telah melakukan komunikasi dan wawancara melalui sambungan telepon dengan H. Jonni Afrizon. Dalam komunikasi tersebut, menurut penulis, H. Jonni Afrizon menyatakan kesiapan apabila mendapat kesempatan untuk mengabdikan diri bagi Kabupaten Sijunjung dan maju dalam kontestasi Sijunjung 1 pada Pilkada 2029.
Meski demikian, keputusan mengenai pencalonan tentunya masih akan mengikuti proses politik dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Kini pertanyaannya, akankah putra Nagari Silantai tersebut benar-benar pulang dan ikut bertarung dalam Pilkada Sijunjung 2029? Bersambung.
Penulis: Andridol



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.