Morotai WartaNewsTV. Com— Sektor perkebunan di Kabupaten Pulau Morotai tengah dihadapkan pada tantangan berat akibat musim kemarau panjang yang dipicu oleh fenomena cuaca El Nino. Menanggapi situasi kritis tersebut, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pulau Morotai menyiapkan langkah taktis guna menyelamatkan mata pencarian para petani lokal.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pulau Morotai, Tamhid Bilo, S.P., MMA, mengonfirmasi bahwa kekeringan ekstrem dan insiden kebakaran lahan menjadi dua persoalan utama yang paling memukul produktivitas petani selama musim kemarau ini.

“Musim kemarau akibat El Nino memang berdampak tinggi terhadap petani kita di lapangan. Terjadi kekeringan parah dan kebakaran lahan di mana-mana, yang menyebabkan banyak tanaman pertanian rusak hingga mati akibat terpapar api,” terang Tamhid saat diwawancarai oleh jurnalis WartaNewsTV.com usai pelaksanaan Salat Istisqa di halaman Kantor Bupati Pulau Morotai, Senin (31/08/2026).

Komoditas Kelapa, Pala, dan Cengkih Paling Terdampak

Tamhid membeberkan bahwa dampak destruktif paling besar dirasakan oleh para petani di sektor perkebunan, khususnya pada tanaman komoditas unggulan daerah seperti kelapa, pala, dan cengkih. Karakteristik tanaman keras tersebut mengalami tekanan biologis berat akibat keterbatasan pasokan air tanah yang drastis.

Kondisi ini diperparah oleh vegetasi liar di sekitar area perkebunan, seperti alang-alang dan semak belukar, yang mengering total. Hal tersebut membuat percikan api sekecil apa pun menjadi sangat mudah meluas dan melalap habis tanaman produktif milik warga.

“Yang sangat terdampak adalah petani perkebunan, terutama kelapa, pala, dan cengkih yang memang areanya luas dan tidak mampu disuplai air secara manual oleh petani, sehingga banyak pohon yang mati terbakar,” jelasnya menambahkan.

Siapkan Stok Bibit Pengganti dan Dukungan Pompa Air

Sebagai solusi nyata untuk memulihkan keterpurukan ekonomi para petani, Tamhid menegaskan bahwa instansinya telah mengalokasikan stok bantuan khusus sebagai “kado” penanganan dampak bencana kekeringan ini.

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan secara resmi menyiagakan stok bibit tanaman pengganti yang siap disalurkan secara gratis kepada para petani yang mengadukan kerusakan lahan perkebunannya.

“Kami sudah menyiapkan stok bibit pengganti di kantor dinas. Jika ada petani yang tanamannya mati dan membutuhkan bantuan bibit baru, silakan melapor dan segera akan kami bantu distribusinya,” tegas Tamhid.

Selain penyediaan bibit gratis, pihak dinas juga mengoptimalkan dukungan fasilitas pengairan darurat. Bantuan ini diprioritaskan bagi para petani sektor hortikultura (sayur-sayuran dan buah) agar proses budi daya pangan di Pulau Morotai tidak terputus total selama masa kemarau panjang berlangsung.

(Penulis: Habib Inga/Wartanewstv.com)