Palembang, Wartanewstv.com — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Sumatera Selatan terus menjadi perhatian. Hingga 22 Agustus 2026, luas lahan yang terbakar tercatat mencapai sekitar 1.926 hektare.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperkuat penanganan karhutla dengan mengerahkan sembilan unit helikopter untuk mendukung operasi udara di wilayah Sumatera Selatan. Armada tersebut digunakan untuk patroli, pemadaman melalui water bombing, serta mendukung operasi modifikasi cuaca (OMC).
Selain dukungan udara, penanganan karhutla juga melibatkan ribuan personel gabungan dari berbagai unsur. BNPB mencatat sekitar 11.567 personel dikerahkan untuk mendukung upaya pemadaman dan pengendalian kebakaran di Sumatera Selatan.
BNPB menegaskan, operasi udara tetap harus didukung penanganan dari darat. Khususnya di wilayah lahan gambut, petugas darat diperlukan untuk melakukan penyisiran dan memastikan api benar-benar padam sehingga tidak kembali muncul.
Pemerintah juga terus meningkatkan deteksi dini serta kesiapsiagaan menghadapi potensi meluasnya karhutla selama musim kemarau. Masyarakat diimbau tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan, terutama di wilayah yang rawan terjadi kebakaran.
Dengan meningkatnya luas lahan yang terdampak, sinergi antara pemerintah daerah, aparat, petugas pemadam, dan masyarakat menjadi penting untuk mempercepat penanganan sekaligus mencegah munculnya titik api baru.
Penulis: Irwansyah



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.