Nias, Wartanewstv.com – Jembatan Gantung Sungai La’uri yang berada di Desa Olindrawa Sisarahili, Kecamatan Gido, Kabupaten Nias, Sumatera Utara, kini mengalami kerusakan parah hingga tidak dapat lagi dilalui kendaraan roda dua maupun pejalan kaki.

Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat dan dunia pendidikan di wilayah tersebut.

Jembatan yang dibangun oleh ILO pada 2009 ini selama bertahun-tahun menjadi satu-satunya akses penghubung bagi warga Desa Olindrawa Sisarahili, Desa Tulumbaho Salo’o Dusun II, Kecamatan Gido, serta Desa Sandruta, Kecamatan Idanogawo, Kabupaten Nias.

Selain menjadi akses utama masyarakat, jembatan tersebut juga digunakan oleh para siswa SD Negeri 076699 Olindrawa Sisarahili, SMP Negeri 3 Gido, SD Negeri Tulumbaho Salo’o, serta PAUD Mentari Olindrawa Sisarahili.

Kerusakan pada jembatan tersebut telah terjadi berulang kali dalam beberapa tahun terakhir.

Pada 2019, bagian ujung jembatan mengalami longsor. Warga kemudian bergotong royong membangun kembali akses tersebut agar tetap dapat digunakan.

Kemudian pada 2021, longsor kembali terjadi dengan kedalaman sekitar 10 meter. Pemerintah Desa bersama masyarakat kembali bekerja sama memasang jembatan darurat di bagian ujung jembatan.

Memasuki awal Juni 2026, longsor kembali terjadi. Warga sekali lagi berupaya melakukan perbaikan secara swadaya agar jembatan masih dapat digunakan.

Namun, curah hujan tinggi pada awal Agustus 2026 menyebabkan longsor besar di bagian ujung jembatan. Kondisi tersebut mengakibatkan lantai serta struktur penyangga jembatan mengalami kerusakan parah hingga akhirnya tidak dapat digunakan sama sekali.

Kerusakan jembatan kini membuat warga kesulitan membawa hasil bumi menuju pasar Sogae’adu, Kecamatan Sogae’adu.

Di sisi lain, para pelajar juga menghadapi persoalan serius karena kehilangan akses utama menuju sekolah. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran terhadap keselamatan anak-anak yang sebelumnya menggunakan jembatan tersebut setiap hari.

Warga berharap pemerintah segera turun tangan menangani kondisi jembatan yang menjadi akses vital bagi masyarakat dan pendidikan di wilayah tersebut.

“Kami, Pemerintah Desa dan seluruh masyarakat Desa Olindrawa Sisarahili, sangat mengharapkan perhatian Bapak Presiden Prabowo Subianto, Bapak Gubernur Sumatera Utara, maupun Bapak Bupati Nias untuk segera memperhatikan dan memperbaiki atau membangun kembali Jembatan Gantung Sungai La’uri ini.”

“Jembatan ini adalah satu-satunya penghubung beberapa desa dan beberapa sekolah di wilayah kami. Demi keselamatan kami semua, terutama anak-anak sekolah yang setiap hari harus menempuh jalan ini,” ujar Yocelin Halawa, mewakili harapan masyarakat desa.

Masyarakat berharap aspirasi tersebut mendapat perhatian pemerintah, sehingga akses transportasi, aktivitas perekonomian, serta kegiatan pendidikan di wilayah pelosok tersebut dapat kembali berjalan normal.

Perbaikan atau pembangunan kembali jembatan juga dinilai penting demi menjamin keselamatan warga, khususnya para pelajar yang membutuhkan akses aman menuju sekolah.

Penulis: Sudirman Waruhu