Nias Utara, Wartanewstv.com — Akses jalan utama penghubung Desa Lasara menuju Desa Meafu, Kecamatan Namohalu Esiwa, Kabupaten Nias Utara, terputus total setelah sebuah pohon berukuran besar tumbang dan melintang di badan jalan, Minggu (13/9/2026).

Pohon tersebut tumbang saat wilayah tersebut dilanda hujan deras disertai angin kencang. Batang dan dahan pohon menutup seluruh badan jalan sehingga kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melintas. Kondisi tersebut juga menyulitkan pejalan kaki untuk melewati ruas jalan.

Selain memutus akses transportasi, pohon tumbang juga menimpa jaringan kabel listrik PLN yang berada di sepanjang ruas jalan tersebut. Akibatnya, jaringan listrik mengalami kerusakan dan aliran listrik padam di wilayah terdampak.

Seorang warga setempat yang meminta identitasnya tidak disebutkan mengaku kondisi tersebut sangat menyulitkan masyarakat.

“Kami terputus dari dunia luar. Tidak ada kendaraan yang bisa lewat, warga sakit sulit dibawa ke puskesmas, kebutuhan pokok tidak bisa masuk, dan malam ini kami gelap gulita tanpa listrik. Sudah berjam-jam kami menunggu bantuan, tapi belum ada tim yang datang,” keluhnya.

Ruas Lasara–Meafu merupakan salah satu akses utama yang menghubungkan sejumlah desa di Kecamatan Namohalu Esiwa. Terputusnya jalan tersebut dikhawatirkan berdampak terhadap aktivitas masyarakat, pelayanan kesehatan, pendidikan, serta perekonomian warga.

Sejumlah dampak yang dirasakan masyarakat antara lain:

  • Akses transportasi terputus, sehingga warga, termasuk pasien sakit, ibu hamil, dan anak sekolah, mengalami hambatan.
  • Aliran listrik padam, akibat jaringan listrik tertimpa pohon.
  • Aktivitas ekonomi terganggu, terutama distribusi kebutuhan pokok dan pengangkutan hasil bumi.
  • Risiko keselamatan meningkat, terutama karena ruas jalan tertutup dan kondisi menjadi gelap akibat pemadaman listrik.

Masyarakat berharap instansi terkait segera turun ke lokasi untuk melakukan penanganan darurat. Dinas Perhubungan, Dinas PUPR, serta pihak PLN diharapkan berkoordinasi dalam mengevakuasi pohon, membersihkan badan jalan, dan memperbaiki jaringan listrik yang mengalami kerusakan.

Penanganan cepat dinilai penting agar akses masyarakat kembali terbuka dan pelayanan dasar dapat berjalan normal.

Dedi Usman, Pengamat Sosial sekaligus Ketua LSM Elang Mas, turut meminta pemerintah dan instansi terkait bergerak cepat.

“Jalan adalah urat nadi kehidupan masyarakat. Ketika jalan putus dan listrik mati sekaligus, itu bukan sekadar gangguan, tetapi memutus akses warga terhadap pelayanan publik. Kami mendesak pemerintah kabupaten dan instansi terkait bertindak cepat. Jangan biarkan rakyat terisolir terlalu lama. Keselamatan dan kenyamanan warga harus menjadi prioritas utama,” tegas Dedi.

Selain penanganan darurat, masyarakat juga berharap dilakukan pemeriksaan dan pembersihan terhadap pohon-pohon yang berpotensi tumbang di sepanjang jalur penghubung antardesa. Penguatan jaringan listrik juga dinilai diperlukan untuk mengurangi risiko gangguan serupa saat cuaca ekstrem kembali terjadi.

Masyarakat berharap ruas Lasara–Meafu tidak hanya dibuka kembali setelah pohon dievakuasi, tetapi juga mendapat perhatian terhadap kondisi infrastrukturnya secara menyeluruh agar akses tersebut lebih aman dan andal bagi masyarakat.

Penulis: Dedi Usman