Baturaja, Wartanewstv.com – Ketua Gerakan Masyarakat Peduli Demokrasi (GMPD) Sumatera Selatan, Muslimin Baijuri, menyayangkan aksi unjuk rasa yang digelar di Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) yang mengatasnamakan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan wartawan. Menurutnya, aksi tersebut tidak dapat dianggap mewakili seluruh elemen masyarakat maupun profesi yang disebutkan, Senin (3/8/2026).

Muslimin menegaskan bahwa setiap organisasi kemasyarakatan (ormas), LSM, maupun insan pers memiliki sikap dan pandangan masing-masing terhadap suatu persoalan.

“Jangan sampai masyarakat beranggapan bahwa seluruh wartawan, LSM, maupun ormas memiliki sikap yang sama. Aksi itu tidak mewakili semuanya,” ujar Muslimin yang juga merupakan mantan Ketua PWI OKU.

Ia turut menyoroti tuntutan massa aksi yang meminta Bupati OKU melakukan evaluasi hingga pencopotan Kepala Dinas Pendidikan OKU, Kadarisman. Menurutnya, setiap penilaian terhadap kinerja pejabat publik harus dilakukan secara objektif dengan mengacu pada data, fakta, serta capaian kerja yang jelas.

“Penilaian terhadap kinerja kepala OPD harus objektif, berdasarkan data, fakta, dan capaian kerja, bukan karena kepentingan seseorang atau kelompok tertentu. Jangan mudah menghakimi tanpa dasar yang jelas,” tegasnya.

Muslimin menilai keberhasilan maupun kekurangan seorang kepala organisasi perangkat daerah (OPD) tidak dapat diukur hanya berdasarkan pandangan subjektif atau kepentingan kelompok tertentu.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten OKU, Kadarisman, menyampaikan bahwa pihaknya terbuka terhadap kritik dan masukan dari masyarakat sepanjang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan.

“Kami menghargai kritik dan masukan dari pihak mana pun, dengan catatan memang untuk kebaikan dan kepentingan masyarakat,” kata Kadarisman.

Namun, ia berharap setiap kritik yang disampaikan tetap berada dalam koridor yang konstruktif dan berdasarkan fakta, bukan membangun opini yang dapat memicu ujaran kebencian.

Kadarisman juga menyebut adanya kemungkinan kepentingan pribadi oknum tertentu yang tidak terpenuhi sehingga kemudian muncul serangan terhadap dirinya maupun institusi yang dipimpinnya.

“Jangan karena tidak terpenuhinya kepentingan pribadi oknum tertentu, lantas menyerang kami dengan melakukan ujaran kebencian,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa Dinas Pendidikan OKU memiliki tanggung jawab utama dalam memberikan pelayanan kepada sekolah, guru, tenaga kependidikan, serta peserta didik. Menurutnya, kondisi kerja yang kondusif sangat diperlukan agar pelayanan pendidikan kepada masyarakat tetap berjalan maksimal.

“Disdik ini lembaga yang mengurusi pendidikan, melayani sekolah dan para guru. Jadi harus kita jaga bersama. Jangan ada intimidasi yang membuat kami tidak nyaman bekerja dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” pungkas Kadarisman.

Penulis: Irwansyah