Morotai, Maluku Utara, WartaNewsTV.com,— Persiapan Festival Morotai mulai memasuki tahapan promosi. Panitia menggelar sejumlah kegiatan pra-event untuk memperkenalkan agenda festival kepada masyarakat, termasuk calon pengunjung dari luar Kabupaten Pulau Morotai.

Kabid Promosi, Ikbal Assagaf, mengatakan promosi dilakukan melalui berbagai media, mulai dari penyebaran flyer di media sosial hingga pemasangan baliho di sejumlah lokasi strategis.

Untuk menjangkau masyarakat di luar Morotai, promosi juga dilakukan di Kota Ternate. Sedikitnya terdapat empat titik pemasangan baliho yang disebut menjadi lokasi promosi, yakni Pelabuhan Bastiong, Pelabuhan Semut, Bandara Sultan Babullah, serta salah satu ruang publik di Kota Ternate.

Selain baliho, promosi juga memanfaatkan media videotron. Beberapa titik videotron berada di kawasan Sofifi dan Kota Ternate.

Panitia menyebut sebagian dukungan promosi berasal dari pihak lain, termasuk dukungan Pemerintah Provinsi Maluku Utara serta pihak swasta.

Promosi juga dilakukan melalui media sosial. Panitia mendorong hotel dan pihak terkait untuk ikut mempublikasikan agenda Festival Morotai melalui akun media sosial masing-masing.

Akomodasi Jadi Perhatian

Selain promosi, kesiapan akomodasi menjadi salah satu perhatian panitia.

Panitia telah melakukan komunikasi dengan sejumlah hotel untuk menghadapi kemungkinan meningkatnya jumlah pengunjung selama pelaksanaan festival.

Dalam pembahasan dengan pihak hotel, beberapa pengelola disebut bersedia memberikan harga khusus atau potongan harga selama kegiatan festival berlangsung.

Langkah tersebut diharapkan dapat menarik lebih banyak wisatawan untuk datang dan mengikuti rangkaian kegiatan Festival Morotai.

Panitia juga telah mengirimkan materi promosi kepada sejumlah hotel agar ikut membantu menyebarluaskan informasi festival melalui media sosial mereka.

Anggaran Rp1,1 Miliar di Tengah Efisiensi

Di tengah persiapan tersebut, besaran anggaran Festival Morotai turut menjadi perhatian.

Dari penjelasan panitia, anggaran yang tercantum dalam pembahasan berada di kisaran Rp1,1 miliar.

Angka tersebut menjadi sorotan karena pelaksanaan festival berlangsung di tengah tuntutan efisiensi anggaran pemerintah.

Namun, panitia menegaskan bahwa angka Rp1,1 miliar tersebut bukan berarti seluruhnya akan digunakan untuk membiayai festival.

Sebab, pembiayaan kegiatan juga diupayakan berasal dari sumber lain, termasuk dukungan pihak swasta dan bantuan melalui Kharisma Event Nusantara (KEN) dari Kementerian Pariwisata.

“Bukan berarti anggaran Rp1,1 miliar itu akan dipakai semua. Ada juga sumbangan pihak swasta dan bantuan dari KEN,” demikian penjelasan panitia.

Saat ini, tahapan persiapan disebut masih berada pada fase promosi sekaligus penjajakan dukungan dari pihak ketiga.

Panitia membuka peluang kerja sama dengan perusahaan maupun pihak swasta untuk memberikan dukungan, baik dalam bentuk pembiayaan maupun barang yang dibutuhkan selama kegiatan.

Koordinasi dengan Kementerian Pariwisata

Persiapan Festival Morotai juga disertai koordinasi dengan pemerintah pusat.

Sejumlah pihak disebut melakukan koordinasi dengan Kementerian Pariwisata terkait posisi Festival Morotai dalam agenda KEN serta bentuk dukungan yang kemungkinan diberikan pemerintah pusat.

Sementara itu, rapat bersama pemerintah daerah juga membahas sejumlah hal teknis, mulai dari jadwal pelaksanaan, jenis perlombaan, promosi, hingga kesiapan akomodasi.

Dengan tahapan promosi yang mulai berjalan, panitia kini dituntut memastikan seluruh persiapan tidak berhenti pada publikasi.

Apalagi, ketika pemerintah daerah juga dihadapkan pada kebutuhan melakukan efisiensi, penggunaan anggaran untuk sebuah agenda festival tentu akan menjadi perhatian masyarakat.

Publik pada akhirnya tidak hanya akan melihat seberapa meriah festival digelar, tetapi juga sejauh mana kegiatan tersebut memberikan manfaat bagi masyarakat dan perekonomian daerah.

Karena itu, keterbukaan mengenai sumber pembiayaan, penggunaan anggaran, dukungan pihak ketiga, hingga hasil yang diperoleh dari pelaksanaan festival menjadi bagian penting yang perlu dijelaskan secara terbuka.

Festival Morotai kini memasuki fase persiapan yang semakin intensif.

Pertanyaannya, di tengah efisiensi anggaran, seberapa besar manfaat Festival Morotai nantinya bagi masyarakat, pelaku usaha, sektor pariwisata, dan perekonomian daerah?

Penulis: Habib Inga,