PELALAWAN, WARTANEWSTV.COM – Dugaan penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di wilayah hukum Polres Pelalawan, khususnya Kecamatan Pangkalan Kerinci, kembali menjadi sorotan.
Hasil investigasi wartawan pada Jumat (21/8/2026) sore menemukan sebuah gudang yang berada di rumah petak di Jalan T. Said Jaafar, tepat di depan SD Negeri 09 Pangkalan Kerinci. Di lokasi tersebut, tampak sejumlah kendaraan, termasuk bus dan mobil jenis Colt Diesel, keluar masuk area gudang.
Seorang sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan menduga lokasi tersebut digunakan sebagai tempat penampungan BBM bersubsidi yang diperoleh dari sejumlah SPBU di Pangkalan Kerinci.
Menurut sumber tersebut, aktivitas yang diduga berkaitan dengan penampungan dan pengangsiran BBM bersubsidi telah berlangsung cukup lama dan disebut masih berjalan meskipun sebelumnya telah menjadi sorotan pemberitaan sejumlah media.
“Aktivitasnya semakin merajalela. Walaupun sudah berulang kali diberitakan, sampai sekarang masih berjalan,” ujar sumber tersebut.
Sumber itu juga mengklaim terdapat puluhan pelaku pengangsiran BBM bersubsidi yang beroperasi di sejumlah SPBU di Pangkalan Kerinci. Ia bahkan menuding adanya keterlibatan oknum tertentu.
Namun, tudingan mengenai keterlibatan oknum aparat maupun adanya koordinasi dengan pihak tertentu tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.
Diduga Gudang Penampungan Masih Beroperasi
Sumber yang sama menyebut sejumlah lokasi yang diduga menjadi tempat penampungan BBM bersubsidi masih beroperasi, di antaranya gudang di kawasan KM 55 Pangkalan Kerinci dan wilayah SP 5.
Ia juga mengklaim terdapat sejumlah lokasi baru yang mulai digunakan untuk aktivitas serupa.
Selain persoalan dugaan penampungan BBM bersubsidi, aktivitas pengangsiran di sejumlah SPBU Pangkalan Kerinci disebut sempat memicu keributan antar-pelangsir.
Pada Rabu (19/8/2026) malam, seorang sopir dilaporkan mengalami pengeroyokan yang diduga dilakukan oleh sejumlah rekannya. Peristiwa tersebut disebut bermula ketika korban menerobos antrean kendaraan di jalur pengisian solar.
Korban kemudian dikabarkan mengalami cedera dan menjalani perawatan di RSUD Selasih Pangkalan Kerinci.
Meski demikian, keterkaitan antara peristiwa pengeroyokan tersebut dengan dugaan praktik pengangsiran BBM bersubsidi masih memerlukan penjelasan dan pendalaman dari aparat penegak hukum.
Diduga Gunakan Beragam Modus
Sumber tersebut juga mengungkap dugaan modus yang digunakan para pelangsir untuk mendapatkan BBM bersubsidi secara berulang.
Di antaranya, penggunaan kendaraan dengan nomor polisi yang diduga tidak sesuai serta penggunaan beberapa barcode untuk satu kendaraan.
“Satu mobil bisa memiliki beberapa nomor pelat dan bahkan beberapa barcode untuk keluar masuk SPBU,” ungkap sumber tersebut.
Informasi tersebut masih berupa keterangan dari sumber dan belum menjadi fakta hukum. Untuk memastikan kebenarannya, diperlukan pemeriksaan dan penyelidikan oleh pihak berwenang.
Masyarakat berharap aparat penegak hukum dan instansi terkait segera melakukan pemeriksaan terhadap aktivitas yang diduga berkaitan dengan penyalahgunaan BBM bersubsidi di Pangkalan Kerinci.
Jika ditemukan pelanggaran, masyarakat meminta agar dilakukan penindakan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Hingga berita ini ditulis, belum diperoleh keterangan resmi dari Polres Pelalawan maupun pihak pengelola SPBU terkait dugaan aktivitas tersebut.
(Sona)



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.