Jakarta WartaNewsTV.com – Ketua Dewan Pengurus Lintas Angkatan Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan Lemhannas Republik Indonesia, Muhammad Kadafi, S.H., M.H., yang juga merupakan seorang praktisi hukum, mengajak seluruh elemen bangsa Indonesia untuk menyikapi dinamika geopolitik dan geostrategi global dengan bijaksana, tenang, serta berlandaskan semangat nasionalisme.
Menurut Muhammad Kadafi, perkembangan situasi geopolitik dunia saat ini menuntut Indonesia untuk semakin memperkuat persatuan nasional, menjaga stabilitas negara, dan mempertahankan kedaulatan dalam menentukan arah kebijakan nasional berdasarkan kepentingan rakyat dan bangsa Indonesia.
Dalam menghadapi dinamika geopolitik dan geostrategi global, Indonesia harus mampu berdiri tegak sebagai negara yang berdaulat. Kita tidak boleh mudah terprovokasi oleh berbagai isu yang berpotensi memecah belah persatuan bangsa.
Setiap persoalan harus disikapi dengan kepala dingin, kecermatan, dan pertimbangan yang matang, Ujar.”M kadafi.
Serta dapat memperkuat persatuan, bukan Memperbesar perpecahan, kadafi menegaskan bahwa tantangan suatu negara tidak hanya datang dari konflik terbuka antarnegara, persaingan ekonomi, maupun perebutan pengaruh politik internasional.
Tantangan juga dapat muncul melalui perang informasi, penyebaran berita bohong, provokasi di ruang digital, serta upaya melemahkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara.
Oleh karena itu, masyarakat perlu memiliki kemampuan untuk memilah informasi, memeriksa kebenaran berita, dan tidak terburu-buru mengambil kesimpulan terhadap isu-isu strategis yang berkembang.
“Jangan sampai kita sebagai bangsa justru terpecah akibat informasi yang belum tentu benar. Perbedaan pandangan politik adalah hal yang wajar dalam demokrasi, tetapi jangan sampai perbedaan tersebut merusak persaudaraan, mengganggu stabilitas nasional, dan melemahkan kepentingan bangsa,Tegasnya.”
Ia juga mengingatkan bahwa menjaga persatuan bukan berarti masyarakat tidak boleh menyampaikan kritik. Kritik yang konstruktif, disampaikan berdasarkan fakta dan melalui jalur konstitusional, merupakan bagian penting dari kehidupan demokrasi yang sehat.
Kedaulatan Indonesia Harus Menjadi Prioritas
Sebagai Ketua Dewan Pengurus Lintas Angkatan Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan Lemhannas RI sekaligus praktisi hukum, Muhammad Kadafi memandang bahwa penguatan kedaulatan nasional harus dilakukan secara menyeluruh.
Hal tersebut mencakup penguatan ketahanan ekonomi, ketahanan pangan, energi, pertahanan dan keamanan, kualitas sumber daya manusia, serta kepastian hukum. Indonesia juga perlu memperkuat diplomasi internasional dengan tetap berpegang pada prinsip politik luar negeri bebas aktif.
Menurutnya, Indonesia harus mampu menjalin kerja sama dengan berbagai negara tanpa kehilangan kemandirian dalam menentukan kepentingan nasional.
“Indonesia harus bersahabat dengan semua negara, tetapi tetap berpegang teguh pada kepentingan nasional. Kerja sama internasional harus memberikan manfaat bagi rakyat, memperkuat perekonomian, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, dan menjaga kedaulatan negara,” ungkapnya.
Kadafi menambahkan bahwa ketahanan nasional bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau aparat pertahanan dan keamanan, melainkan membutuhkan partisipasi seluruh komponen bangsa, mulai dari pemerintah, dunia usaha, akademisi, organisasi kemasyarakatan, hingga masyarakat luas.
Mengedepankan Hukum dan Kepentingan Rakyat
Dari perspektif hukum, Kadafi menilai bahwa setiap kebijakan strategis negara harus tetap dilaksanakan berdasarkan konstitusi, peraturan perundang-undangan, dan prinsip keadilan.
Stabilitas nasional harus berjalan seiring dengan perlindungan hak-hak masyarakat, penegakan hukum yang adil, serta penghormatan terhadap mekanisme demokrasi.
Ia menekankan bahwa masyarakat perlu bersikap kritis sekaligus bertanggung jawab. Jangan mudah terpengaruh oleh narasi provokatif, tetapi juga jangan mengabaikan persoalan yang memang membutuhkan perhatian dan penyelesaian dari pemerintah.
“Sebagai bangsa yang besar, kita harus mampu membedakan antara kritik yang membangun dan provokasi yang bertujuan menciptakan perpecahan. Persoalan bangsa harus diselesaikan melalui dialog, penegakan hukum, dan mekanisme konstitusional, bukan dengan tindakan yang justru merugikan masyarakat,” jelasnya.
Mengutamakan Kepentingan Bangsa di Atas Kepentingan Kelompok
Kadafi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat kembali nilai-nilai Pancasila, semangat Bhinneka Tunggal Ika, dan komitmen terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Menurutnya perbedaan suku, agama, budaya, pilihan politik, maupun latar belakang sosial tidak boleh menjadi alasan untuk saling bermusuhan. Justru keberagaman tersebut harus menjadi kekuatan dalam menghadapi tantangan global.
Ia juga mendorong organisasi kebangsaan untuk berperan aktif meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai wawasan kebangsaan, literasi informasi, serta pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan nasional.
“Yang harus kita utamakan adalah kepentingan bangsa dan rakyat Indonesia. Jangan biarkan kepentingan sesaat mengalahkan masa depan generasi kita. Indonesia harus tetap kuat, berdaulat, dan mampu menentukan masa depannya sendiri, tuturnya.”
Pesan untuk Masa Depan Indonesia
Menutup pernyataannya, Muhammad Kadafi mengajak seluruh masyarakat agar tetap tenang, waspada, dan bijaksana dalam menghadapi perkembangan situasi internasional yang semakin kompleks.
Ia menilai bahwa kekuatan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh sumber daya alam, kekuatan ekonomi, maupun kemampuan pertahanan, tetapi juga oleh kualitas kepemimpinan, kematangan masyarakat, serta kuatnya persatuan nasional.
Jangan mudah terprovokasi. Mari kita jaga persatuan, hormati hukum, dukung setiap upaya yang benar-benar membawa manfaat bagi rakyat, dan tetap kritis terhadap kebijakan yang perlu diperbaiki. Kedaulatan harus kita jaga bersama, karena masa depan Indonesia merupakan tanggung jawab seluruh anak bangsa, pungkas.” Muhammad kadafi.
Dengan semangat kebangsaan, Indonesia diharapkan mampu menghadapi berbagai tantangan geopolitik dan geostrategi global tanpa kehilangan jati diri, tetap teguh pada prinsip kedaulatan, serta terus memperjuangkan keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia
Penulis:Pewarta:Iwan



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.