Morotai, WartaNewsTV.com — Pembukaan Morotai Festival, Senin (26/10/2026), menuai sorotan publik. Event yang disebut menghabiskan anggaran daerah sekitar Rp1 miliar itu dipertanyakan warga karena dinilai belum disertai keterbukaan informasi mengenai rincian penggunaan anggaran oleh panitia maupun Dinas Pariwisata Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara.

Sorotan muncul setelah Ketua Panitia Morotai Festival tidak menyampaikan sambutan dalam acara pembukaan. Sejumlah warga yang ditemui media ini di lokasi kegiatan, kawasan Pasar CBD Gotalamo, Senin (26/10/2026), mempertanyakan alasan di balik tidak adanya sambutan tersebut.

Mereka menduga minimnya penjelasan kepada publik berkaitan dengan persoalan transparansi anggaran. Namun, dugaan tersebut belum disertai bukti yang dapat memastikan adanya penyimpangan dalam pengelolaan dana kegiatan.

“Tidak adanya sambutan Ketua Panitia dalam pembukaan festival menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat. Kami ingin mengetahui secara terbuka bagaimana anggaran kegiatan ini dikelola dan digunakan,” ungkap sejumlah warga.

Menurut mereka, penggunaan anggaran daerah dalam kegiatan publik harus disertai keterbukaan informasi dan pertanggungjawaban yang jelas. Apalagi, dana yang digunakan bersumber dari keuangan daerah sehingga masyarakat berhak mengetahui peruntukannya.

“Sudah seharusnya panitia, dalam hal ini Dinas Pariwisata, terbuka kepada publik terkait anggaran Morotai Festival. Jika tidak ada penjelasan yang memadai, tentu masyarakat akan terus mempertanyakan pengelolaannya,” ujar warga.

Mereka menilai transparansi dan akuntabilitas merupakan bagian penting dalam pengelolaan keuangan daerah. Karena itu, rincian anggaran, komponen belanja, serta sumber pendanaan kegiatan dinilai perlu disampaikan secara terbuka.

Selain penggunaan anggaran daerah, warga juga mempertanyakan dukungan sponsor dari sejumlah pihak yang disebut turut mendukung penyelenggaraan Morotai Festival, di antaranya Bank Maluku, BNI, BSI, BRI, dan pihak lainnya.

Menurut warga, informasi mengenai dukungan sponsor semestinya disampaikan secara jelas agar masyarakat mengetahui sumber pendanaan kegiatan, termasuk hubungan antara anggaran pemerintah daerah dan kontribusi pihak swasta.

“Seharusnya Ketua Panitia menjelaskan bahwa kegiatan ini mendapat dukungan sponsor dari sejumlah pihak, seperti Bank Maluku, BNI, BSI, BRI, dan pihak lainnya. Informasi seperti itu penting agar masyarakat mengetahui sumber pendanaannya,” kata salah seorang warga.

Ia menegaskan, keterlibatan sponsor swasta tidak menghilangkan kewajiban pemerintah untuk mempertanggungjawabkan penggunaan anggaran daerah yang dialokasikan bagi kegiatan tersebut.

Warga juga meminta agar informasi mengenai nilai dukungan sponsor, apabila ada, serta penggunaannya dapat dijelaskan secara transparan untuk menghindari kesalahpahaman di tengah masyarakat.

 

Morotai Festival dijadwalkan berlangsung selama empat hari, mulai 26 hingga 29 Oktober 2026, di kawasan Pasar CBD Gotalamo.

Di tengah berlangsungnya kegiatan tersebut, warga meminta aparat penegak hukum (APH), khususnya Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Pulau Morotai dan Kejaksaan Negeri Kepulauan Morotai, memberikan perhatian terhadap penggunaan anggaran festival.

Mereka berharap pengawasan dilakukan secara profesional untuk memastikan pengelolaan dana sesuai ketentuan yang berlaku. Apabila ditemukan indikasi penyimpangan berdasarkan hasil pemeriksaan, mereka meminta agar hal itu ditindaklanjuti sesuai prosedur hukum.

“Jika panitia dan Dinas Pariwisata belum memberikan penjelasan terbuka kepada publik, kami meminta aparat penegak hukum ikut mengawasi penggunaan anggaran Morotai Festival agar potensi penyimpangan dapat dicegah sejak dini,” tegas warga.

Keterbukaan penggunaan anggaran menjadi penting karena kegiatan yang dibiayai dari keuangan daerah berkaitan langsung dengan kepentingan masyarakat.

Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik menjadi salah satu landasan hukum bagi masyarakat untuk memperoleh informasi publik sesuai ketentuan yang berlaku.

Karena itu, warga berharap Dinas Pariwisata Kabupaten Pulau Morotai selaku pihak terkait dapat memberikan penjelasan mengenai rincian anggaran Morotai Festival, sumber pendanaan, kontribusi sponsor, serta mekanisme pertanggungjawaban kegiatan.

Hingga berita ini disusun, awak media Masi berupaya konfirmasi keterangan resmi dari pihak panitia maupun Dinas Pariwisata Kabupaten Pulau Morotai mengenai rincian anggaran dan alasan Ketua Panitia tidak menyampaikan sambutan pada acara pembukaan.

Penulis: Habib Inga