Pulau Morotai, WartaNewsTV.com — Penyelenggaraan Morotai Festival 2026 yang dibuka pada Senin (26/10/2026) di kawasan Pasar CBD Gotalamo, Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, turut menjadi perhatian masyarakat, baik di lokasi acara maupun di media sosial.
Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Pariwisata Kabupaten Pulau Morotai bersama panitia festival tersebut mendapat beragam tanggapan dari warganet. Salah satu sorotan muncul melalui akun Facebook Asyak Syah yang menyinggung persoalan gaji aparat desa untuk periode Desember 2025.
Tara bayar Aparat desa Pe gaji 12/ 2025 Suda kong, mau bikin festival Sagala,” tegasnya
Komentar tersebut memunculkan pertanyaan mengenai prioritas pemerintah daerah dalam menyelenggarakan kegiatan festival di tengah persoalan pembayaran hak aparat desa yang masih menjadi perhatian masyarakat.
Sorotan publik tidak hanya berkembang di media sosial Facebook, tetapi juga terdengar di lokasi pelaksanaan festival. Sejumlah mahasiswa dan masyarakat umum turut menjadi bagian dari diskusi mengenai penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Selain persoalan anggaran dan pembayaran gaji aparat desa, perhatian juga tertuju pada jalannya seremoni pembukaan. Berdasarkan informasi yang disampaikan, Ketua Panitia Festival tidak menyampaikan sambutan dalam acara pembukaan tersebut.
Kondisi ini menambah pertanyaan publik mengenai pelaksanaan kegiatan, termasuk komunikasi penyelenggara kepada masyarakat terkait konsep acara, penggunaan anggaran, serta tujuan penyelenggaraan festival.
Meski demikian, persoalan gaji aparat desa dan pelaksanaan festival merupakan dua hal yang perlu dijelaskan secara terbuka oleh pihak terkait agar masyarakat memperoleh informasi yang utuh dan tidak hanya bergantung pada perbincangan di media sosial.
Dinas Pariwisata Kabupaten Pulau Morotai bersama panitia festival diharapkan memberikan penjelasan mengenai pelaksanaan kegiatan dan anggaran yang digunakan. Sementara itu, pemerintah daerah juga perlu menyampaikan informasi yang jelas mengenai status pembayaran gaji aparat desa untuk periode Desember 2025.
Transparansi diperlukan agar penyelenggaraan festival tidak hanya menjadi agenda hiburan dan promosi daerah, tetapi juga tetap memperhatikan persoalan pelayanan publik dan kebutuhan masyarakat.
Awak media Masi berupaya konfirmasi guna memperoleh hak jawab bagi Dinas Pariwisata Kabupaten Pulau Morotai, panitia festival, serta pemerintah daerah untuk memberikan penjelasan atas berbagai sorotan tersebut.
Penulis: Habib Inga



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.