Pelalawan, Wartanewstv.com – Keluarga besar Waruwu menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Aliaro Laia yang berpulang pada Sabtu, 10 Oktober 2026, sekitar pukul 11.30 WIB. di desa Kuala semendam kecamatan bandar petalangan kabupaten Pelalawan provinsi Riau Kepergian almarhum meninggalkan duka mendalam bagi keluarga serta kerabat yang mengenalnya.

Sebagai bentuk kepedulian dan penghormatan terakhir, keluarga besar Waruwu hadir secara langsung untuk menyampaikan ungkapan duka cita sekaligus memberikan dukungan moril kepada keluarga yang ditinggalkan.

Perwakilan keluarga besar Waruwu menyampaikan bahwa kedatangan mereka bukan semata-mata untuk membawa buah tangan, melainkan sebagai wujud persaudaraan, kebersamaan, dan kepedulian terhadap keluarga almarhum.

“Kedatangan kami bukan karena membawa sesuatu yang istimewa, melainkan karena ikatan persaudaraan. Kami mengenal almarhum sebagai sosok yang memiliki sifat baik selama ini. Kami hanya membawa doa, kiranya Tuhan Yang Mahakuasa menerima almarhum di sisi-Nya dan memberikan penghiburan serta kekuatan kepada keluarga yang ditinggalkan,” ujar perwakilan keluarga Waruwu.

Dalam kesempatan tersebut, keluarga besar Waruwu juga berharap seluruh keluarga dan kerabat senantiasa diberikan kesehatan serta kekuatan dalam menghadapi setiap keadaan.

Sementara itu, Pak Dian Waruwu mewakili keluarga yang berduka menyampaikan ucapan terima kasih atas kehadiran keluarga besar Waruwu yang telah meluangkan waktu untuk datang dan memberikan penghormatan kepada almarhum.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kedatangan saudara-saudara dari keluarga besar Waruwu yang telah hadir untuk melihat dan memberikan penghormatan terakhir kepada orang tua kami yang telah dipanggil Tuhan. Kami tidak memiliki sesuatu untuk membalas kebaikan ini. Kiranya Tuhan sendiri yang membalas segala ketulusan dan kebaikan saudara-saudara sekalian,” ujar Pak Dian Waruwu.

Pada kesempatan yang sama, A. Mika Waruwu menyampaikan pesan tentang pentingnya menjaga kebersamaan dan mempererat hubungan persaudaraan, termasuk melalui perhatian dan kepedulian terhadap sesama dalam situasi duka.

“Buah tangan yang diberikan jangan dilihat dari besar atau kecilnya, tetapi lihatlah kebersamaan dan ketulusan yang menyertainya. Semoga kita terus bergandengan tangan, saling mendukung, dan membangun satu sama lain, khususnya dalam kehidupan beriman,” ungkap A. Mika Waruwu.

Kehadiran keluarga besar Waruwu tersebut menjadi bentuk nyata kepedulian terhadap keluarga yang sedang berduka. Momen ini sekaligus mengingatkan bahwa nilai persaudaraan tidak hanya diwujudkan dalam kebahagiaan, tetapi juga melalui kebersamaan, doa, dan dukungan ketika menghadapi kehilangan.

Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, penghiburan, dan ketabahan oleh Tuhan Yang Mahakuasa. Kiranya kenangan akan kebaikan almarhum tetap hidup di hati keluarga dan seluruh kerabat.

Penulis: Sudirman Waruhu