PELALAWAN, WartaNewsTV.com — Realisasi pembangunan fisik di Desa telayap kecamatan Pelalawan Kabupaten Pelalawan, Riau, menjadi perhatian setelah sejumlah pihak mempertanyakan minimnya pembangunan yang terlihat di wilayah desa tersebut, sementara anggaran Dana Desa (DD) yang diterima setiap tahun mencapai ratusan juta hingga lebih dari Rp1 miliar.
Berdasarkan data anggaran yang diperoleh, Desa Telayap tercatat menerima Dana Desa sebesar Rp1.210.301.000 pada 2021. Selanjutnya, pada 2022 sebesar Rp1.125.147.000, 2023 sebesar Rp1.036.111.000, 2024 sebesar Rp1.043.811.000, 2025 sebesar Rp662.510.000, dan 2026 sebesar Rp373.456.000.
Besaran anggaran tersebut memunculkan pertanyaan mengenai sejauh mana realisasi program pembangunan fisik yang bersumber dari Dana Desa di wilayah Telayap, khususnya terkait pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur desa.
Tim media yang melakukan pemantauan di lapangan menemukan kondisi salah satu ruas jalan semenisasi yang terlihat mengalami kerusakan dan berlubang. Menurut keterangan warga sekitar, pekerjaan semenisasi pada ruas jalan tersebut dilaksanakan pada 2024 dengan menggunakan anggaran Desa Telayap.
Temuan tersebut kemudian dikonfirmasi kepada Pemerintah Desa Telayap melalui Sekretaris Desa, Firdaus.
Firdaus menjelaskan bahwa pada 2026 tidak terdapat kegiatan pembangunan fisik karena menurutnya Dana Desa yang diterima tidak mencukupi untuk kegiatan tersebut.
«“Kegiatan fisik tahun 2026 ini tidak ada. Dana Desa tidak turun, makanya kegiatan pembangunan fisik pun tidak ada,” ujar Firdaus saat dikonfirmasi.»
Menurut Firdaus, pada masa pemerintahan Kepala Desa Basirun, kegiatan pembangunan fisik memang relatif terbatas. Ia menyebut kondisi tersebut berkaitan dengan keterbatasan anggaran yang tersedia.
Ia juga menyampaikan bahwa pada 2024 dan 2025 tidak terdapat pembangunan fisik yang signifikan.
«“Tahun 2024-2025 tidak ada pembangunan fisik sama sekali. Anggaran Dana Desa agak susah, jadi pembangunan fisik agak kurang,” katanya.»
Terkait jalan semenisasi yang ditemukan dalam kondisi rusak, Firdaus membenarkan bahwa pekerjaan tersebut dilaksanakan pada 2024. Namun, menurutnya, panjang pekerjaan tersebut kurang dari 100 meter.
«“Ya, panjangnya kurang dari 100 meter. Bagian sambungan di sisi lainnya dikerjakan pada tahun 2022 dan 2023. Selain itu, tidak ada pembangunan lain,” jelasnya.»
Firdaus menyarankan agar informasi lebih lengkap mengenai perencanaan, penganggaran, serta realisasi Dana Desa dikonfirmasi langsung kepada Kepala Desa Telayap, Basirun.
Kepala Desa Belum Memberikan Tanggapan
Untuk memperoleh informasi yang berimbang dan memastikan keterangan mengenai penggunaan serta realisasi Dana Desa, tim media berupaya menghubungi Kepala Desa Telayap, Basirun.
Namun, saat didatangi, Kepala Desa disebut sedang tidak berada di tempat. Tim media kemudian meminta nomor kontak untuk melakukan konfirmasi lanjutan.
Upaya konfirmasi melalui sambungan telepon juga telah dilakukan. Namun, panggilan tersebut belum mendapatkan jawaban. Pesan melalui WhatsApp pun telah dikirimkan untuk meminta tanggapan terkait sejumlah hal, termasuk realisasi Dana Desa dan kondisi pembangunan fisik di Desa Telayap. Hingga berita ini disusun, belum ada tanggapan dari Basirun.
Media ini tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi Kepala Desa Telayap maupun pihak terkait apabila terdapat data atau informasi yang perlu diluruskan.
Pemberitaan ini dimaksudkan untuk memperoleh informasi yang transparan mengenai penggunaan anggaran desa serta memastikan masyarakat mendapatkan informasi yang utuh mengenai program pembangunan di wilayahnya.
Herman Waruwu
WartaNewsTV.com



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.