Padangsidimpuan, Wartanewstv.com — Kondisi SD Negeri 200508 Kelas Jauh Sibulutolang, Kota Padangsidimpuan, kembali menjadi sorotan. Sekolah yang menurut warga telah berdiri di atas lahan yang diserahkan untuk kepentingan pendidikan sekitar 26 tahun lalu itu disebut masih menghadapi berbagai keterbatasan sarana dan prasarana.

Berdasarkan keterangan warga, kondisi bangunan sekolah dinilai belum memadai. Sejumlah bagian bangunan disebut mengalami kerusakan, termasuk atap yang bocor, dinding yang mengalami keretakan, serta kondisi lantai yang belum sepenuhnya layak untuk menunjang kegiatan belajar mengajar.

Kondisi tersebut menimbulkan keprihatinan orang tua murid yang berharap pemerintah segera memberikan perhatian dan solusi terhadap keberadaan sekolah tersebut.

“Hanya janji saja yang kami terima, Pak,” ungkap salah seorang orang tua murid.

Menurut warga, sekitar tiga bulan lalu Wali Kota Padangsidimpuan telah meninjau langsung lokasi sekolah. Kunjungan tersebut sempat menumbuhkan harapan masyarakat bahwa kondisi sekolah akan segera mendapatkan tindak lanjut.

Namun, warga mengaku hingga kini belum melihat adanya pekerjaan pembangunan yang signifikan di lokasi.

Mereka mempertanyakan status rencana perbaikan maupun pembangunan sekolah tersebut, termasuk apakah telah tersedia anggaran, siapa instansi yang memiliki kewenangan menangani, serta kapan pekerjaan dapat direalisasikan.

Selain kondisi bangunan, warga juga mengaku kesulitan memperoleh informasi mengenai tindak lanjut pemerintah setelah kunjungan kepala daerah tersebut.

Menurut keterangan warga, upaya meminta penjelasan kepada pihak terkait telah dilakukan, baik dengan mendatangi kantor maupun melalui komunikasi pesan. Namun, warga mengaku belum mendapatkan jawaban yang mereka harapkan.

WartaNewsTV.com juga berupaya memperoleh konfirmasi dari pihak Pemerintah Kota Padangsidimpuan dan Dinas Pendidikan terkait kondisi SD Negeri 200508 Kelas Jauh Sibulutolang, termasuk rencana penanganan dan alokasi anggarannya.

Hingga berita ini disusun, keterangan resmi dari pihak terkait belum diperoleh.

Kondisi tersebut membuat masyarakat meminta adanya keterbukaan informasi mengenai status sekolah, terutama terkait perencanaan pembangunan, penganggaran, serta kemungkinan waktu pelaksanaan.

“Kami sudah datang ke kantor berkali-kali. Kami berharap ada jawaban yang jelas mengenai sekolah ini,” ujar warga.

Warga juga mengingatkan bahwa lahan tempat sekolah tersebut berdiri disebut telah diserahkan untuk kepentingan pendidikan masyarakat setempat sejak puluhan tahun lalu.

Pemilik lahan berharap pemerintah dapat memastikan keberadaan sekolah tersebut memperoleh fasilitas yang aman dan layak bagi anak-anak.

“Kami tidak meminta banyak. Cukup bangunkan sekolah yang aman untuk anak-anak. Itu saja,” ungkap pemilik lahan.

Bagi masyarakat, persoalan tersebut bukan hanya menyangkut bangunan sekolah, tetapi juga menyangkut akses anak-anak terhadap fasilitas pendidikan yang aman dan memadai.

Karena itu, warga meminta Pemerintah Kota Padangsidimpuan memberikan penjelasan terbuka mengenai kondisi SD Negeri 200508 Sibulutolang, termasuk status kewenangan, kebutuhan rehabilitasi atau pembangunan, serta rencana anggaran yang disiapkan.

Masyarakat juga berharap pemerintah memberikan informasi apabila terdapat kendala teknis, administratif maupun anggaran yang menyebabkan penanganan sekolah belum terlaksana.

Persoalan mengenai penggunaan maupun pengalokasian anggaran pendidikan juga perlu dijelaskan berdasarkan data dan dokumen resmi agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.

Hingga berita ini diterbitkan, WartaNewsTV.com masih membuka ruang konfirmasi kepada Wali Kota Padangsidimpuan, Dinas Pendidikan, serta instansi terkait untuk memberikan penjelasan mengenai kondisi SD Negeri 200508 Kelas Jauh Sibulutolang dan tindak lanjut setelah peninjauan yang dilakukan sekitar tiga bulan lalu.

Wartanewstv.com akan terus memantau perkembangan persoalan tersebut dan memberikan ruang pemberitaan secara berimbang kepada seluruh pihak terkait.

Penulis: Lesmanan Halawa