PELALAWAN – WartaNewsTV.com
Keluarga besar almarhum Aliaro Laia melaksanakan ibadah malam ketiga yang dirangkaikan dengan prosesi tabur bunga di tempat pemakaman almarhum, Kamis (15/10/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di Desa Kuala Semundam, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau, dalam suasana penuh khidmat dan penghayatan rohani.
Ibadah tersebut dipimpin oleh Pdt. Maromon dari Gereja Kemuliaan Injil Immanuel, Sorek 1, Kecamatan Pangkalan Kuras. Selain sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada almarhum, ibadah ini juga menjadi kesempatan bagi keluarga besar untuk berdoa bersama, memohon penghiburan, kekuatan, serta ketabahan dari Tuhan bagi anak-anak, cucu, cicit, dan seluruh keluarga yang ditinggalkan.
Suasana ibadah berlangsung dengan penuh kekhusyukan. Keluarga yang hadir mengikuti rangkaian doa dan pelayanan rohani sebagai ungkapan iman serta pengharapan kepada Tuhan di tengah suasana duka.
Dalam kesempatan tersebut, Wardin Laia, anak kandung almarhum, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi kepada Pdt. Maromon atas pelayanan rohani yang telah diberikan kepada keluarga selama masa duka.
“Kami sekeluarga mengucapkan banyak terima kasih kepada Bapak Pendeta Maromon atas pelayanan yang begitu luar biasa. Beliau telah melayani kami dengan penuh ketulusan dan tidak memperhitungkan waktu. Kami sangat menghargai perhatian serta pendampingan rohani yang diberikan kepada keluarga kami selama ini,” ujar Wardin Laia.
Ia juga menyampaikan bahwa mengenai kelanjutan kegiatan atau acara keluarga, pihak keluarga besar akan membicarakannya bersama terlebih dahulu untuk menentukan langkah selanjutnya.
Menanggapi ungkapan terima kasih tersebut, Pdt. Maromon menyampaikan bahwa melayani umat Tuhan, termasuk mendampingi keluarga yang sedang berduka, merupakan bagian dari tanggung jawab dan panggilan pelayanan seorang hamba Tuhan.
“Sudah menjadi kewajiban kami sebagai hamba Tuhan, Bapak dan Ibu. Dalam pelayanan, kami tidak memperhitungkan waktu. Kami siap melayani selama 24 jam apabila dibutuhkan,” tutur Pdt. Maromon.
Pernyataan tersebut mencerminkan komitmen pelayanan pastoral untuk hadir mendampingi jemaat, khususnya ketika menghadapi masa kehilangan anggota keluarga. Kehadiran seorang pelayan Tuhan di tengah keluarga yang berduka diharapkan dapat memberikan penguatan iman, penghiburan, dan semangat untuk menjalani hari-hari ke depan.
Dalam iman Kristen, dukacita merupakan bagian dari perjalanan kehidupan manusia. Namun, melalui doa, kebersamaan keluarga, dan pengharapan kepada Tuhan, keluarga yang ditinggalkan diharapkan memperoleh kekuatan untuk menghadapi kehilangan dengan penuh ketabahan.
Ibadah malam ketiga dan tabur bunga tersebut menjadi momen kebersamaan keluarga besar almarhum Aliaro Laia untuk mengenang kepergian orang yang mereka kasihi, sekaligus menyerahkan dukacita dan pengharapan mereka ke dalam penyertaan Tuhan.
Keluarga berharap agar kasih, kebersamaan, serta nilai-nilai kehidupan yang telah ditinggalkan almarhum tetap menjadi kenangan berharga bagi anak-anak, cucu, cicit, dan seluruh keluarga.
Pewarta: Sudirman Waruhu



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.