Pelalawan, Wartanewstv.com — Kondisi jembatan yang menjadi satu-satunya akses utama warga Dusun 2 Sungai Medang, Desa Kesuma, Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan, Riau, dikeluhkan warga karena dinilai semakin membahayakan keselamatan pengguna, Sabtu 03/10/2026.

Jembatan tersebut setiap hari digunakan warga, termasuk anak-anak yang melintas menuju sekolah serta masyarakat yang hendak menuju kebun. Kondisinya disebut sudah miring dan rapuh sehingga membuat warga khawatir terjadi kecelakaan.

Sahala Siregar, Ketua RT 01/RW 02 Dusun 2 Sungai Medang, menyampaikan keluhan tersebut kepada WartaNewsTV.com, Sabtu (3/10/2026).

“Ini satu-satunya jalan alternatif kami untuk mengantar anak-anak ke sekolah dan pergi ke kebun. Setiap hari kami lewati dengan rasa takut. Kami sangat khawatir, jangan sampai ada korban jiwa yang jatuh sebelum jembatan ini dibangun,” ujar Sahala.

Menurut warga, persoalan jembatan tersebut bukan baru terjadi. Mereka mengaku pernah mendapat janji bahwa pembangunan jembatan akan direalisasikan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) atau Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi, sekitar enam bulan setelah Bupati Pelalawan Zukri dilantik.

Warga juga menyebut tim dari Dinas Pekerjaan Umum Pekanbaru pernah turun ke lokasi untuk melakukan survei dan pengukuran sekitar dua tahun lalu.

“Memang ada tim dari Dinas Pekerjaan Umum Pekanbaru yang datang melakukan survei dan pengukuran sekitar dua tahun yang lalu. Alat ukur sempat datang, petugas sempat turun ke lokasi, namun sampai saat ini belum ada tanda-tanda dimulainya pembangunan,” ungkap Sahala.

Kondisi tersebut membuat warga mempertanyakan tindak lanjut dari survei yang telah dilakukan. Pasalnya, hingga kini belum terlihat pekerjaan pembangunan maupun langkah nyata untuk memperbaiki akses tersebut.

Warga menegaskan, keberadaan jembatan sangat penting karena menjadi akses utama yang menghubungkan permukiman dengan sekolah dan lahan pertanian.

“Kami memohon kepada Pemerintah Kabupaten Pelalawan untuk segera memperhatikan kami warga Sungai Medang. Jangan menunggu ada korban baru sebelum langkah nyata diambil. Jembatan ini bukan kemewahan, tapi kebutuhan mendesak yang menyangkut keselamatan nyawa warga setiap hari,” tegas Sahala.

Warga berharap Pemerintah Kabupaten Pelalawan segera turun langsung melihat kondisi jembatan dan memberikan kepastian mengenai rencana pembangunan maupun penanganan sementara demi mencegah terjadinya kecelakaan.


Penulis: Herman Waruwu

Narasi: Sahala Siregar — Ketua RT 01/RW 02, Dusun 2 Sungai Medang