Pekanbaru, Wartanewstv.com – Ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Provinsi Riau menggelar aksi demonstrasi damai di depan Kantor Gubernur Riau, Pekanbaru, Selasa (13/10/2026). Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk keprihatinan terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta dampak kabut asap yang menjadi perhatian masyarakat.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa mendesak Pemerintah Provinsi Riau mengambil langkah konkret dan tegas dalam menangani kebakaran hutan dan lahan yang berulang setiap tahun. Mereka juga menyoroti dampak kabut asap terhadap kualitas udara, kesehatan, serta aktivitas sehari-hari masyarakat.
Para mahasiswa membawa sejumlah spanduk dan tulisan yang menyuarakan keprihatinan terhadap kondisi lingkungan di Riau. Mereka meminta pemerintah tidak hanya berfokus pada penanganan kebakaran ketika terjadi, tetapi juga memperkuat langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terus berulang.
Salah seorang koordinator aksi menyampaikan bahwa masyarakat tidak seharusnya terus menanggung dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan.
“Kami tidak bosan bersuara, dan kami tidak boleh diam saat paru-paru masyarakat terus dirugikan. Asap ini bukan takdir, ini ada penyebabnya dan harus ada yang bertanggung jawab,” ujar salah seorang koordinator aksi di lokasi.
Dalam tuntutannya, mahasiswa meminta penegakan hukum terhadap pihak-pihak yang terbukti melakukan pembakaran hutan dan lahan. Mereka juga mendesak adanya transparansi dalam penanganan kasus karhutla serta strategi pencegahan jangka panjang yang lebih efektif.
Selain itu, mahasiswa meminta pemerintah memberikan perhatian serius terhadap perlindungan kesehatan masyarakat yang terdampak kabut asap, termasuk langkah antisipasi untuk mengurangi risiko gangguan pernapasan.
Hingga berita ini disusun, perwakilan mahasiswa disebut telah diterima oleh pihak pemerintah untuk menyampaikan aspirasi mereka. Aksi berlangsung tertib dan damai dengan pengawasan aparat kepolisian di lokasi.
Persoalan kebakaran hutan dan lahan serta kabut asap menjadi perhatian penting di Riau karena berpotensi mengganggu kualitas udara dan kesehatan masyarakat. Upaya pencegahan, penanganan kebakaran, penegakan hukum, serta perlindungan terhadap warga menjadi bagian penting dalam menghadapi persoalan tersebut.
Aspirasi yang disampaikan mahasiswa diharapkan dapat menjadi perhatian pemerintah dalam memperkuat langkah penanganan karhutla, sekaligus memastikan keselamatan dan kesehatan masyarakat tetap menjadi prioritas.
Penulis: Dedi Usman



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.