Ternate, WartaNewsTV.com — Koordinator Lapangan (KORLAP) Koalisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Maluku Utara, Ajis Abubakar, menyoroti pelaksanaan proyek penyediaan air bersih di wilayah Maluku Utara, termasuk di Desa Limbo, Kabupaten Pulau Taliabu.
Sorotan itu disampaikan Ajis dalam orasi saat demonstrasi di Kota Ternate, Senin (12/10/2026). Ia mempertanyakan sejauh mana manfaat pembangunan proyek air bersih tersebut benar-benar dirasakan masyarakat.
Menurut Ajis, warga Desa Limbo diduga belum menikmati layanan air bersih secara optimal, meskipun proyek tersebut disebut telah dikerjakan sejak 2023.
Ia turut mempertanyakan peran Balai Pelaksana Cipta Karya dan pihak kontraktor dalam pelaksanaan proyek tersebut. Ajis mendesak agar persoalan itu mendapat perhatian serius, terutama terkait hasil pekerjaan dan manfaatnya bagi masyarakat.
Sorotan terhadap proyek air bersih di Taliabu disampaikan di tengah tuntutan koalisi agar aparat penegak hukum memeriksa dua proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) pendukung Sekolah Rakyat di Desa Kukumutuk, Kabupaten Halmahera Utara.
Kedua proyek tersebut memiliki nilai kontrak gabungan sebesar Rp22.095.957.400 atau sekitar Rp22,09 miliar.
Koalisi meminta aparat penegak hukum menelusuri pelaksanaan pekerjaan, termasuk kesesuaian dengan kontrak, progres fisik, serta manfaat pembangunan bagi masyarakat. Namun, tuntutan pemeriksaan tersebut tidak dengan sendirinya membuktikan adanya pelanggaran hukum.
Pernyataan Ajis mengenai kondisi layanan air bersih di Desa Limbo masih memerlukan verifikasi melalui keterangan pemerintah daerah, instansi pelaksana, dan kontraktor terkait. Konfirmasi diperlukan untuk memastikan status pekerjaan, kondisi infrastruktur, serta apakah layanan air bersih telah berfungsi dan menjangkau masyarakat.
Penulis: Habib Inga



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.