Lubuklinggau, Wartanewstv.com — Seorang warga di Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan, mengeluhkan persoalan penyaluran bantuan sosial (bansos) yang dinilai belum sepenuhnya sesuai dengan kondisi ekonomi masyarakat di lapangan.
Warga tersebut, Nursia, yang berdomisili di Kecamatan Lubuklinggau Barat II, mengaku masuk dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dengan desil 6. Namun, ia mempertanyakan mengapa dirinya belum pernah menerima bantuan sosial, meski kondisi ekonominya tergolong terbatas.
Nursia mengaku sehari-hari bekerja sebagai asisten rumah tangga sekaligus pengasuh anak dengan penghasilan sekitar Rp300 ribu per bulan. Suaminya, M. Sidik, telah lama meninggal dunia. Semasa hidup, almarhum disebut bekerja sebagai pemulung dengan penghasilan yang tidak menentu.
Menurut Nursia, kondisi tempat tinggalnya juga sangat sederhana. Ia menyebut harta yang dimiliki hanya sebuah rumah sederhana peninggalan neneknya, sementara sumber penghasilan keluarga sangat terbatas.
“Saya terkadang bertanya, mengapa ada yang memiliki pekerjaan tetap, rumah permanen, kebun dan penghasilan yang cukup tetapi masih mendapatkan bantuan, sedangkan saya yang bekerja dengan penghasilan sangat kecil justru tidak pernah mendapat bantuan,” keluhnya.
Nursia mengatakan dirinya tidak bermaksud menyalahkan pemerintah daerah. Ia hanya berharap adanya verifikasi dan pengecekan langsung terhadap kondisi masyarakat agar bantuan benar-benar diberikan kepada warga yang memenuhi kriteria.
Ia juga berharap pemerintah setempat maupun pihak terkait melakukan evaluasi terhadap data penerima bansos apabila ditemukan adanya ketidaksesuaian antara data dengan kondisi ekonomi penerima di lapangan.
“Kalau bisa turun langsung ke lapangan, lihat keadaan dan kondisi masyarakat serta berkomunikasi langsung. Dengan begitu bisa diketahui siapa yang benar-benar layak menerima bantuan,” harapnya.
Nursia berharap Pemerintah Kota Lubuklinggau dapat menindaklanjuti keluhan tersebut secara bijaksana dan memastikan penyaluran bansos berjalan sesuai ketentuan serta tepat sasaran.
Ia juga meminta agar persoalan serupa tidak dialami warga lain yang benar-benar membutuhkan bantuan.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kota Lubuklinggau maupun instansi terkait mengenai keluhan tersebut dan mekanisme penetapan penerima bansos yang dimaksud.
(Andi Irawan)



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.