Morotai, WartaNewsTV.com — Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Solidaritas Aksi Mahasiswa untuk Masyarakat Indonesia (SAMURAI) Maluku Utara menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Bupati Pulau Morotai, Senin (28/9/2026).
Dalam aksi tersebut, massa menyuarakan sejumlah persoalan yang dinilai menyangkut kepentingan masyarakat Morotai. Di antaranya krisis air bersih, keterbatasan fasilitas pemadam kebakaran, pencarian nelayan yang hilang, persoalan pertanian, hingga sengketa lahan antara masyarakat dan TNI Angkatan Udara (TNI AU).
Massa juga membawa sejumlah tuntutan lainnya dan meminta Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai segera mengambil langkah konkret terhadap persoalan-persoalan tersebut.
Aksi kemudian memanas setelah massa melakukan pemblokiran jalan di sekitar Kantor Bupati dan membakar ban sebagai bentuk protes.
Situasi tersebut berujung pada pembubaran massa oleh aparat keamanan. Dalam proses pembubaran, sejumlah peserta aksi mengaku mengalami tindakan kekerasan dan pemukulan yang diduga dilakukan oleh oknum kepolisian dan Satpol PP.
Akibat kejadian tersebut, sejumlah mahasiswa dilaporkan mengalami luka pada beberapa bagian tubuh. Sedikitnya dua mahasiswa disebut mengalami luka dan mendapat penanganan medis di fasilitas kesehatan terdekat.
Dari sejumlah tuntutan yang dibawa, massa antara lain menyoroti persoalan pertanian, krisis air bersih, fasilitas pemadam kebakaran, pencarian nelayan hilang, serta sengketa lahan masyarakat dengan TNI AU.
SAMURAI menilai berbagai persoalan tersebut membutuhkan perhatian serius pemerintah daerah dan penyelesaian yang berpihak pada kepentingan masyarakat.
Sementara itu, terkait dugaan kekerasan dalam proses pembubaran aksi, hingga berita ini ditulis awak media Masi berupaya mekonfirmasi agar diperoleh keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun Satpol PP mengenai tudingan yang disampaikan massa aksi.
WartaNewsTV.com akan terus memantau perkembangan dan keterangan resmi dari pihak-pihak terkait.
Penulis: Habib Inga



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.