Muaro Jambi, Wartanewstv.com — Jurnalis WartaNewsTV.com, Agus Marihot Zega, membagikan kesaksian mengenai pergumulan hidup, pengalaman doa, serta perjalanan imannya di hadapan jemaat Gereja Metodis Suko Awin Jaya, Kabupaten Muaro Jambi, Minggu (27/9/2026).

Dalam kesaksiannya, Agus menceritakan pengalaman pribadi yang menurutnya menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan iman bersama keluarganya.

Agus menuturkan, pada Agustus 2026, keluarganya tengah mempersiapkan pernikahan anaknya, Pirman Donal Zega dan Indah Zebua. Di tengah persiapan tersebut, ia mengaku menghadapi kendala pembiayaan dengan kekurangan dana sekitar Rp50 juta.

Berbagai upaya dilakukan untuk memenuhi kebutuhan biaya pernikahan. Kondisi tersebut, menurut Agus, sempat membuatnya merasa cemas dan khawatir karena waktu pelaksanaan acara semakin dekat.

Di tengah kondisi tersebut, Agus memilih membawa persoalannya dalam doa. Ia mengaku berdoa pada tengah malam dan memohon pertolongan Tuhan agar seluruh rangkaian pernikahan anaknya dapat berjalan dengan baik.

Dalam doa tersebut, Agus juga menyampaikan sebuah nazar atau janji pribadi sebagai bentuk komitmennya kepada Tuhan.

“Saya berjanji, kalau kekurangan dana sekitar Rp50 juta itu dapat terpenuhi, saya akan memberikan kesaksian hidup dan menyampaikan satu lagu pujian kepada Tuhan sebagai ungkapan syukur di tengah jemaat,” tutur Agus saat menyampaikan kesaksiannya.

Menurut penuturannya, pada hari berikutnya ia mendapatkan jalan keluar sehingga kebutuhan biaya yang sebelumnya menjadi persoalan dapat terpenuhi. Pernikahan anaknya pun, kata Agus, akhirnya dapat dilaksanakan dengan baik.

Namun, setelah seluruh rangkaian acara selesai, Agus mengaku sempat tidak lagi mengingat nazar yang pernah disampaikannya dalam doa.

Beberapa waktu kemudian, Agus mengalami kecelakaan tunggal yang menyebabkan tulang tangan kanannya patah.

Dalam kesaksiannya, Agus mengatakan bahwa peristiwa tersebut membuat dirinya kembali teringat pada janji yang pernah disampaikannya kepada Tuhan.

Pengalaman itu kemudian menjadi dorongan bagi Agus untuk memenuhi komitmennya dengan menyampaikan kesaksian di tengah jemaat.

Bagi Agus, kesaksian tersebut bukan dimaksudkan untuk menceritakan keberhasilan pribadi, melainkan sebagai pengalaman iman yang ingin dibagikan dan direnungkan bersama.

Ia mengajak jemaat untuk tetap memiliki pengharapan ketika menghadapi persoalan kehidupan. Menurutnya, setiap orang dapat menghadapi berbagai bentuk pergumulan, tetapi doa dan iman dapat menjadi bagian dari cara seseorang menjalani keadaan tersebut.

Selain berbicara mengenai pengalaman pribadinya, Agus juga menyampaikan pesan mengenai pentingnya menjaga setiap janji atau komitmen yang telah diucapkan kepada Tuhan.

“Jangan pernah ragu dan bimbang dalam menghadapi apa yang kita perlukan. Tetaplah berdoa dan percaya kepada Tuhan. Tuhan itu setia, penuh kasih dan kemurahan,” ujarnya.

Kesaksian Agus kemudian ditutup dengan ungkapan syukur kepada Tuhan. Ia berharap pengalaman yang dibagikannya dapat menjadi bahan perenungan bagi dirinya sendiri maupun jemaat untuk terus memelihara iman, pengharapan, serta tanggung jawab terhadap setiap komitmen yang telah diucapkan.

Bagi jemaat yang hadir, kesaksian tersebut menjadi bagian dari rangkaian peribadahan sekaligus ruang untuk bersama-sama merenungkan perjalanan hidup, pergumulan, doa, dan rasa syukur.

Penulis: Agus Marihot Zega