Morotai, Maluku Utara, WartaNewsTV.com,— Pembangunan Laboratorium Kesehatan Masyarakat atau Labkesmas di Kabupaten Pulau Morotai terus dipantau Pemerintah Provinsi Maluku Utara bersama Kementerian Kesehatan.
Kasubag TU Labkesmas Provinsi Maluku Utara, Halil Musa, mengatakan berdasarkan pemantauan di lapangan, progres pembangunan Labkesmas Morotai sejauh ini masih berjalan sesuai target.
Ia menyebut pembangunan fasilitas tersebut merupakan bagian dari program yang didanai pemerintah pusat dengan standar konstruksi nasional.
“Sejauh ini progresnya sudah sangat bagus dan masih on the track. Mudah-mudahan sesuai dengan target mereka,” ujar Halil.
Menurutnya, keberadaan Labkesmas sangat penting bagi Kabupaten Pulau Morotai, terutama untuk mendukung pemeriksaan kesehatan masyarakat serta memastikan keamanan berbagai usaha yang berkaitan dengan pangan.
Hasil pemeriksaan laboratorium nantinya dapat menjadi rujukan untuk memastikan validitas suatu sampel sehingga masyarakat maupun pelaku usaha tidak harus selalu mengirim pemeriksaan ke luar daerah.
“Keberadaan laboratorium kesehatan ini sangat penting, karena kita bisa menjamin keamanan usaha-usaha berbasis pangan, seperti penjual makanan dan sebagainya. Hasil laboratorium juga dapat diperiksa di sini sehingga tidak lagi harus dikirim ke daerah lain,” jelasnya.
Halil mengatakan, pembangunan Labkesmas Morotai juga terus dipantau secara berjenjang. Koordinasi dilakukan antara pemerintah daerah, Pemerintah Provinsi Maluku Utara, Labkesmas regional di Ambon, hingga Kementerian Kesehatan di Jakarta.
Pemantauan bahkan dilakukan secara daring untuk mengetahui perkembangan pembangunan sekaligus mengantisipasi apabila terdapat kendala teknis di lapangan.
“Kalau ada masalah, langsung dikoordinasikan dengan Ambon maupun Jakarta untuk mendapatkan arahan agar progres pembangunan ke depan tetap berjalan,” katanya.
Namun demikian, Halil mengingatkan adanya konsekuensi apabila pembangunan tidak dapat diselesaikan sesuai batas waktu yang ditentukan.
Menurutnya, apabila pembangunan yang dibiayai pemerintah pusat tidak selesai sesuai target, maka pemerintah daerah dapat menghadapi konsekuensi pembiayaan lanjutan sesuai ketentuan program.
“Kalau akhir tahun ini belum selesai, itu menjadi tanggung jawab daerah. Pusat tidak lagi membiayai,” ujarnya.
Halil juga menyebut pembangunan Labkesmas serupa di sejumlah daerah di Maluku Utara dilakukan melalui dukungan anggaran pemerintah pusat. Beberapa daerah yang disebut antara lain Halmahera Barat, Halmahera Tengah, Kota Tidore Kepulauan, Pulau Morotai, dan daerah lainnya.
Selain pembangunan fisik, Pemerintah Provinsi juga melakukan pendampingan terhadap kesiapan kelembagaan Labkesmas Morotai.
Menurut Halil, fasilitas tersebut nantinya membutuhkan struktur organisasi dan tenaga yang akan menjalankan operasional laboratorium, termasuk kepala laboratorium dan kepala tata usaha.
“Bangunannya memang baru, tetapi strukturnya harus dipersiapkan. Sudah ada pengajuan untuk proses pembentukan struktur, termasuk kepala dan tenaga yang akan mengoperasikan laboratorium,” katanya.
Ia menjelaskan, pembentukan struktur kelembagaan tidak dapat dilakukan secara sembarangan. Ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi, termasuk kajian akademis, aspek hukum, kebutuhan tenaga, hingga kemampuan fiskal daerah.
“Dari segi hukum, kapasitas fiskal daerah, apakah memberikan manfaat atau justru menimbulkan beban, itu harus dikaji. Ada kajian akademis dan pembahasan dengan Biro Hukum,” jelasnya.
Halil berharap pembangunan Labkesmas Morotai dapat segera dirampungkan sehingga pada 2027 fasilitas tersebut sudah dapat beroperasi.
Ia mengatakan, selain bangunan, sejumlah peralatan laboratorium juga akan mendapatkan dukungan dari pemerintah pusat. Sementara pemerintah daerah nantinya lebih banyak bertanggung jawab terhadap kebutuhan operasional, termasuk listrik dan sumber daya manusia.
“Harapannya 2027 sudah bisa operasional dan sudah didukung dengan alat. Kalau bangunan selesai, struktur dan tenaga sudah siap, alat juga akan dikirim dari pusat. Daerah nantinya bertanggung jawab untuk operasional, termasuk listrik dan SDM,” ungkapnya.
Setelah beroperasi, Labkesmas Morotai akan mendapatkan pembinaan secara berjenjang. Labkesmas regional di Ambon memiliki peran dalam pembinaan karena cakupan kerjanya meliputi Maluku dan Maluku Utara.
Halil menambahkan, perkembangan pembangunan yang menggunakan dukungan pemerintah pusat akan terus dipantau hingga fasilitas tersebut benar-benar siap digunakan.
Dengan demikian, pekerjaan rumah pembangunan Labkesmas Morotai bukan hanya memastikan bangunan selesai tepat waktu, tetapi juga memastikan struktur kelembagaan, tenaga, peralatan, dan pembiayaan operasional benar-benar siap ketika fasilitas tersebut mulai digunakan.
Penulis: Habib Inga



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.