Padangsidimpuan, Wartanewstv.com – Di balik tembok tinggi yang selama ini dikenal sebagai tempat pembatasan kebebasan, hari ini hadir pemandangan berbeda. Bukan sekadar suasana keterbatasan, tetapi semangat, kerja keras, dan harapan yang tumbuh bersama tanaman jagung di lahan Kebun Sarana Asimilasi dan Edukasi Lapas Kelas IIB Padangsidimpuan.
Rimbunnya tanaman jagung yang telah siap dipanen menjadi buah dari ketekunan, kesabaran, serta proses pembinaan warga binaan melalui kegiatan produktif di bidang pertanian.
Selasa pagi, Lapas Kelas IIB Padangsidimpuan menggelar Panen Raya Jagung Tahap II. Kegiatan tersebut bukan hanya menjadi momentum memanen hasil pertanian, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemberdayaan warga binaan sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional.
Panen raya ini merupakan wujud dukungan Lapas Padangsidimpuan terhadap Asta Cita Presiden Republik Indonesia dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Program tersebut sekaligus menjadi bagian dari pelaksanaan arahan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, mengenai pentingnya pemberdayaan warga binaan agar memiliki keterampilan dan dapat kembali memberikan manfaat bagi masyarakat.
Hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Padangsidimpuan, Sri Sundarini Siregar, S.Pt., mewakili Kepala Dinas, bersama jajaran pejabat terkait.
Kehadiran jajaran pemerintah daerah tersebut menunjukkan adanya sinergi antara Lapas Kelas IIB Padangsidimpuan dengan Pemerintah Kota Padangsidimpuan dalam mengembangkan program pertanian sekaligus mendukung proses pembinaan warga binaan.
Kepala Lapas Kelas IIB Padangsidimpuan, Herizal Yusuf, A.Md.P., S.H., M.H., menyampaikan apresiasinya atas dukungan dan kerja sama yang telah terjalin.
Menurutnya, Panen Raya Jagung Tahap II diperkirakan menghasilkan sekitar 4 hingga 5 ton jagung. Hasil tersebut menjadi salah satu indikator bahwa program pertanian yang dilakukan melalui pembinaan dan pelatihan dapat memberikan hasil nyata.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Kepala Dinas Pertanian Kota Padangsidimpuan dan jajaran atas dukungan serta pelatihan yang telah diberikan kepada kami. Ilmu dan bimbingan yang diberikan membuat program ketahanan pangan di Lapas ini dapat tumbuh dan berjalan dengan baik. Tanpa kerja sama ini, lahan ini mungkin hanya menjadi tanah kosong,” ujar Herizal Yusuf.
Ia menegaskan, program ketahanan pangan di lingkungan Lapas tidak hanya berorientasi pada hasil produksi. Lebih jauh, kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses pembinaan warga binaan.
Melalui proses menanam, merawat hingga memanen tanaman, warga binaan dibekali nilai tanggung jawab, kedisiplinan, kesabaran, sekaligus keterampilan yang diharapkan dapat menjadi bekal ketika kembali ke tengah masyarakat.
“Lapas Padangsidimpuan berkomitmen penuh untuk terus mendukung program ketahanan pangan sesuai arahan pimpinan. Warga binaan bukan sekadar objek pembinaan, tetapi mereka adalah pelaku yang berkarya. Melalui pertanian, kami membekali mereka kemampuan agar kelak dapat berdiri tegak dan bermanfaat bagi keluarga serta lingkungannya,” tegasnya.
Panen Raya Tahap II tersebut bukan menjadi akhir dari program. Kegiatan pertanian direncanakan terus dilakukan secara berkelanjutan melalui siklus penanaman dan panen berikutnya.
Dengan demikian, lahan pertanian di Kebun Sarana Asimilasi dan Edukasi Lapas Kelas IIB Padangsidimpuan diharapkan tidak hanya menghasilkan komoditas pertanian, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran dan pemberdayaan bagi warga binaan.
Setiap tanaman yang tumbuh menjadi gambaran bahwa proses perubahan dapat dimulai dari hal sederhana. Di balik pagar Lapas, warga binaan tidak hanya menanam jagung, tetapi juga membangun keterampilan dan mempersiapkan diri untuk menghadapi kehidupan setelah menyelesaikan masa pidana.
Sinergi dengan Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Padangsidimpuan juga menjadi bagian penting dalam keberlanjutan program tersebut. Kolaborasi antara lembaga pemasyarakatan dan pemerintah daerah diharapkan mampu memperkuat program ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kualitas pembinaan warga binaan.
Panen Raya Jagung Tahap II di Lapas Kelas IIB Padangsidimpuan akhirnya menjadi lebih dari sekadar kegiatan pertanian. Di tengah lahan yang menghijau, terdapat proses pembelajaran, pemberdayaan, dan upaya membangun masa depan.
Dengan kerja sama, ketekunan, serta pembinaan yang berkelanjutan, lahan tersebut diharapkan terus produktif dan menjadi salah satu bukti bahwa program ketahanan pangan dapat berjalan seiring dengan proses pembinaan manusia.
Penulis: Lesmanan Halawa



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.