OKU, Wartanewstv.com — Upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi keadaan darurat, khususnya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), terus diperkuat. Hal itu diwujudkan melalui kegiatan Community Awareness & Emergency Drill dengan tema “Bersama Mencegah dan Menghadapi Keadaan Darurat di Sekitar Wilayah Operasi”, yang digelar di Gedung Serbaguna Kecamatan Peninjauan, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, Selasa (15/9/2026) sekitar pukul 09.00 WIB.
Kegiatan tersebut melibatkan unsur pemerintah kecamatan, TNI-Polri, BPBD, Damkar, Pertamina Hulu Energi (PHE), kepala desa wilayah ring 1 serta perwakilan masyarakat.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kabid Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Kabupaten OKU Yatino, SIP., MM., BPBD OKU Penelaah Teknis Kebijakan Tiara Yulianti, Camat Peninjauan Niovri Zaldy, S.STP., M.Si., Danramil 402-03 Peninjauan yang diwakili Batituud Serka Anas, Kapolsek Peninjauan Iptu Zulhanas, PHE PJS Field Manager Risna Diana Purnama, para kepala desa ring 1 serta perwakilan masyarakat.
Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, kemudian dilanjutkan sambutan Camat Peninjauan Niovri Zaldy. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pertamina Hulu Energi (PHE) yang telah menyelenggarakan kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi keadaan darurat di wilayah operasi.
Sementara itu, PHE PJS Field Manager Risna Diana Purnama menegaskan kesiapan pihaknya dalam mendukung penanganan Karhutla, khususnya di wilayah Kecamatan Peninjauan.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah menunjukkan kepedulian terhadap potensi bahaya Karhutla dan ikut berperan dalam upaya pencegahannya.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan paparan mengenai pencegahan Karhutla yang disampaikan Ibnu Abbas Hidayat dari HSSE Pertamina Hulu Energi (PHE).
Dalam paparannya, masyarakat diimbau agar tidak mendekati lokasi kebakaran hutan maupun lahan. Apabila menemukan titik api atau kebakaran, masyarakat diminta segera melaporkan kepada pihak berwenang, termasuk tim pemadam kebakaran dan BPBD setempat.
Sosialisasi berikutnya disampaikan BPBD OKU melalui Penelaah Teknis Kebijakan Tiara Yulianti. Ia menjelaskan sejumlah jenis bencana, mulai dari bencana alam, bencana nonalam hingga bencana sosial.
Masyarakat juga diingatkan untuk menyimpan informasi dan nomor kontak darurat kebencanaan. Selain itu, warga diminta tidak membuang puntung rokok sembarangan yang berpotensi menjadi sumber api, terutama dalam kondisi musim kemarau.
Senada, Kabid Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Kabupaten OKU Yatino menjelaskan bahwa kebakaran merupakan musibah yang dapat terjadi kapan saja dan menimpa siapa saja.
Menurutnya, kondisi kemarau panjang meningkatkan potensi terjadinya kebakaran. Karena itu, kebiasaan membakar sampah maupun membuka lahan atau kebun dengan cara membakar harus mendapat perhatian serius.
Kondisi lahan yang mulai mengering, ditambah banyaknya dahan dan daun kering yang berguguran, juga dapat menjadi bahan yang mudah terbakar apabila terkena sumber api.
Karena itu, masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran secara sembarangan serta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai sumber api di sekitar permukiman, perkebunan maupun lahan.
Di sisi lain, jajaran Polsek Peninjauan terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait dalam rangka pencegahan dan penanggulangan Karhutla, khususnya di wilayah Kecamatan Peninjauan dan Kecamatan Kedaton Peninjauan Raya, Kabupaten OKU.
Kegiatan Community Awareness & Emergency Drill ini diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan sosialisasi, tetapi juga mampu memperkuat sinergi antara perusahaan, pemerintah, aparat keamanan dan masyarakat dalam menghadapi potensi keadaan darurat.
Kesiapsiagaan bukan hanya tugas satu pihak. Dengan kepedulian, komunikasi cepat dan kerja sama seluruh elemen, potensi Karhutla dapat dicegah sejak dini sehingga keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan tetap terjaga.
(Penulis : Irwansyah)



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.