Dumai, Wartanewstv.com – Suasana khidmat menyelimuti pelaksanaan apel pagi di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Dumai, Senin (14/9/2026). Seluruh jajaran mengikuti momen mengheningkan cipta dan doa sebagai bentuk penghormatan kepada aparatur sipil negara (ASN) Kabupaten Jayawijaya yang gugur dalam melaksanakan tugas negara.
Kegiatan tersebut menjadi wujud empati, penghormatan, dan solidaritas jajaran Rutan Kelas IIB Dumai terhadap tiga pegawai Pemerintah Kabupaten Jayawijaya yang gugur saat menjalankan tugas, yakni Aprida Rapi, S.Pt., drh. Alfonsius Albinus M., dan Willi Mbuik, S.P.
Dipimpin Kepala Rutan Kelas IIB Dumai, Enang Iskandi, seluruh pegawai mengheningkan cipta sejenak, dilanjutkan dengan doa bersama untuk mengenang jasa dan pengabdian para ASN yang telah gugur dalam menjalankan amanah negara.
Dalam kesempatan tersebut, Enang Iskandi menyampaikan bahwa pengabdian seorang ASN tidak hanya tercermin dari tugas yang dilaksanakan, tetapi juga dari keberanian, ketulusan, dan kesetiaan dalam menjalankan amanah negara.
“Hari ini kita menundukkan kepala bukan sekadar untuk mengenang, tetapi untuk memberikan penghormatan atas pengabdian dan pengorbanan rekan-rekan ASN yang gugur dalam menjalankan tugas. Semoga mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Pengabdian mereka menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus menjalankan tugas dengan penuh integritas dan tanggung jawab.”
Kegiatan berlangsung dengan penuh kekhidmatan. Momentum tersebut sekaligus menjadi pengingat bagi seluruh jajaran Rutan Kelas IIB Dumai bahwa pengabdian kepada negara merupakan amanah yang harus dijalankan dengan integritas, loyalitas, dan rasa tanggung jawab.
Melalui kegiatan tersebut, Rutan Kelas IIB Dumai turut menyampaikan duka cita serta penghormatan setinggi-tingginya kepada para ASN yang telah gugur dalam melaksanakan tugas negara.
Semoga doa yang dipanjatkan menjadi wujud solidaritas dan penghargaan atas jasa serta pengabdian mereka, sekaligus memberikan kekuatan dan ketabahan bagi keluarga yang ditinggalkan.
(Dewi Handayani)



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.