Padangsidimpuan, Wartanewstv.com — Kabar membanggakan datang dari Pimpinan Jemaat GBI Rehobot Kota Padangsidimpuan. Pdt. Waspada Gidyon Sarumaha, M.Th., resmi menyandang gelar Doktor Teologi (Dr.) setelah berhasil mempertahankan disertasinya dalam Sidang Promosi Doktor di Sekolah Tinggi Teologi Bethel Indonesia (STTBI), Jakarta.

Pencapaian tersebut menjadi puncak perjalanan akademiknya setelah menempuh Program Doktoral Teologi di STTBI Jakarta sejak 2021 hingga 2026.

Perjalanan akademik selama lima tahun tersebut bukanlah proses yang mudah. Di tengah masa studinya, Dr. Waspada sempat mengambil jeda akademik selama dua semester pada 2023 karena mengalami depresi berat yang berdampak pada kondisi kesehatannya dan mengharuskannya menjalani pengobatan serta perawatan.

Namun, dengan keteguhan hati, dukungan keluarga, serta doa, ia kembali melanjutkan pendidikan hingga akhirnya berhasil menyelesaikan studi dan mempertahankan disertasinya.

Dalam sidang promosi tersebut, Dr. Waspada mengangkat penelitian kualitatif dengan desain studi kasus berjudul:

“Rehabilitasi dan Pencegahan Relapse Narkoba Berkesinambungan Berbasis Therapeutic Community, Spiritualitas Kristen dan Resiliensi Keluarga: Studi Kasus di Yayasan Mercusuar Doa Kota Pematang Siantar.”

Penelitian tersebut berangkat dari keprihatinan terhadap persoalan penyalahgunaan narkoba di Indonesia, khususnya tantangan yang dihadapi seseorang setelah menyelesaikan proses rehabilitasi dan kembali ke tengah masyarakat.

Menurut Dr. Waspada, rehabilitasi tidak seharusnya berhenti pada penghentian penggunaan zat atau proses perawatan formal. Pemulihan harus dilakukan secara berkesinambungan dengan memperhatikan aspek perilaku, spiritualitas, lingkungan sosial, serta kekuatan keluarga.

“Saya memilih topik ini karena persoalan narkoba tidak berhenti pada penggunaan zat atau proses rehabilitasi semata, melainkan menyangkut keberlanjutan pemulihan dan ancaman nyata risiko relapse (kambuh) setelah seseorang kembali ke lingkungan kehidupan sehari-hari. Rehabilitasi harus dipahami sebagai proses berkesinambungan. Seorang individu tidak hanya membutuhkan transformasi perilaku, tetapi juga penguatan spiritual yang mendalam serta resiliensi keluarga yang kokoh.”

Dalam Sidang Ujian Terbuka tersebut, Dr. Waspada Sarumaha memaparkan hasil penelitiannya sekaligus mempertahankan disertasi di hadapan lima dewan penguji, yakni:

  1. Dr. Purim Marbun, M.Div., M.Th.
  2. Prof. Dr. Samuel B. Hakh
  3. Prof. Dr. Frans Pantan, MACM., M.Div., M.Th., D.Min.
  4. Junifrius Gultom, MACM., M.Psi., Th.M., Ph.D.
  5. Dr. Sadrak Sugiono, MACM., M.Th.

Setelah melalui proses pengujian dan argumentasi ilmiah, Dewan Penguji menyatakan Waspada Gidyon Sarumaha lulus dan berhak menyandang gelar Doktor Teologi.

Keberhasilan tersebut tidak hanya menjadi pencapaian pribadi, tetapi juga diharapkan memberikan kontribusi pemikiran terhadap upaya penanganan persoalan penyalahgunaan narkoba, khususnya dalam aspek pemulihan berkelanjutan dan reintegrasi sosial.

Pendekatan yang ditawarkan dalam penelitian tersebut menggabungkan Therapeutic Community, spiritualitas Kristen, serta resiliensi keluarga sebagai bagian dari upaya membangun sistem pemulihan yang lebih komprehensif.

“Dari situlah saya terdorong mendalami bagaimana sinergi antara Therapeutic Community, spiritualitas, dan ketahanan keluarga bekerja dalam konteks pemulihan yang berkelanjutan,” ujar Dr. Waspada.

Selain menjabat sebagai Pimpinan Jemaat GBI Rehobot Kota Padangsidimpuan, Dr. Waspada Gidyon Sarumaha juga mengemban amanah sebagai Ketua DPC Asosiasi Pendeta Indonesia (API) Kota Padangsidimpuan.

Gelar doktor yang diraihnya menjadi kebanggaan bagi keluarga, jemaat, organisasi, dunia pendidikan teologi, serta masyarakat Kota Padangsidimpuan.

Wartanewstv.com mengucapkan selamat dan sukses kepada Dr. Waspada Gidyon Sarumaha, M.Th., atas pencapaian akademik tersebut. Semoga ilmu, ketekunan, dan dedikasinya dapat menjadi berkat bagi banyak orang serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan teologi dan penyelesaian berbagai persoalan sosial di Indonesia.

Penulis: Lesmanan Halawa