Nias Utara, Wartanewstv.com — Di tengah peringatan 81 tahun kemerdekaan Republik Indonesia, kondisi infrastruktur di sejumlah wilayah pelosok masih menjadi perhatian. Salah satunya adalah akses jalan menuju SD Negeri 078426 Sanawuyu di Dusun VIII, Desa Umbu Balodano, Kecamatan Sitolu Ori, Kabupaten Nias Utara, Sumatera Utara.

Hingga berita ini diterbitkan pada 4 September 2026, jalur akses utama sepanjang kurang lebih 4 kilometer yang menghubungkan permukiman warga dengan SD Negeri 078426 Sanawuyu dilaporkan belum mendapatkan pengaspalan.

Jalan tersebut masih berupa tanah yang berubah menjadi kubangan lumpur ketika musim hujan dan dipenuhi debu saat musim kemarau. Kondisi itu disebut menjadi kendala bagi para siswa, tenaga pendidik, dan masyarakat yang setiap hari menggunakan akses tersebut.

Kondisi jalan di Dusun VIII Desa Umbu Balodano dinilai memprihatinkan. Selain belum beraspal, sejumlah titik dilaporkan belum memiliki saluran drainase yang memadai dan terdapat bagian jalan yang rawan mengalami longsor.

Kepala Sekolah SDN 078426 Sanawuyu, Adizaro Zai, saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa kondisi jalan tersebut sangat memengaruhi aktivitas pendidikan.

“Jalan ini sangat tidak layak dilalui, terutama bagi anak-anak sekolah. Kami sudah lama menghadapi kondisi seperti ini dan berharap adanya perhatian serta perbaikan serius dari pemerintah,” ujar Adizaro Zai.

Menurutnya, para siswa dan tenaga pendidik menghadapi berbagai kesulitan dalam perjalanan menuju sekolah.

Saat musim hujan, permukaan jalan menjadi licin dan berlumpur. Sejumlah siswa disebut terpaksa berjalan dengan kondisi yang sulit agar dapat sampai ke sekolah. Seragam dan perlengkapan sekolah pun kerap terkena lumpur.

Sementara pada musim kemarau, debu dari jalan tanah menjadi persoalan lain yang mengganggu kenyamanan perjalanan.

Tidak hanya kondisi jalan, fasilitas pendukung berupa jembatan kecil di sejumlah titik juga menjadi perhatian. Berdasarkan keterangan yang disampaikan, beberapa jembatan penghubung dibangun secara swadaya oleh masyarakat dan tenaga pendidik menggunakan material sederhana.

Kondisi tersebut dinilai belum memberikan jaminan keamanan yang memadai, terutama ketika cuaca buruk melanda.

Selain berdampak terhadap pendidikan, keterbatasan akses jalan juga disebut memengaruhi aktivitas ekonomi masyarakat. Hasil pertanian dan perkebunan warga, seperti karet, pinang, dan durian, dilaporkan sulit diangkut keluar dari wilayah tersebut.

Masyarakat juga menyampaikan kekhawatiran terhadap akses layanan kesehatan, khususnya ketika terdapat warga yang membutuhkan penanganan medis dalam kondisi darurat.

“Jika ada warga yang sakit parah, akses menuju fasilitas kesehatan juga menjadi persoalan serius karena kondisi jalan yang sulit dilalui,” ungkap Adizaro Zai.

Warga Dusun VIII Desa Umbu Balodano, para tenaga pendidik, serta tokoh masyarakat berharap pemerintah dapat memberikan perhatian serius terhadap kondisi infrastruktur di wilayah tersebut.

Mereka meminta Pemerintah Kabupaten Nias Utara, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, hingga pemerintah pusat untuk melakukan survei langsung dan mempertimbangkan pembangunan jalan yang layak, termasuk pembangunan jembatan permanen di titik-titik yang membutuhkan.

Masyarakat berharap pemerataan pembangunan tidak hanya dirasakan oleh wilayah perkotaan, tetapi juga menjangkau masyarakat di daerah pedalaman.

Selain itu, warga meminta adanya tindak lanjut nyata agar persoalan infrastruktur tersebut tidak hanya berhenti pada penyampaian aspirasi.

Harapan tersebut juga disampaikan kepada pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto serta Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, agar pembangunan infrastruktur dasar dapat terus menjadi perhatian bagi masyarakat di pelosok Kabupaten Nias Utara.

Hingga berita ini diterbitkan, WARTANEWSTV.COM masih membuka ruang hak jawab dan konfirmasi dari pihak Pemerintah Kabupaten Nias Utara, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, maupun instansi terkait lainnya mengenai kondisi jalan serta rencana penanganan infrastruktur di wilayah tersebut.

Sumber: Nias Utara

Penulis: Dedi Usman