Pelalawan, Wartanewstv.com — Masyarakat di wilayah Distrik Nilo, Kabupaten Pelalawan, Riau, dilaporkan merasa resah atas dugaan tindakan sepihak yang dilakukan oleh PT Arara Abadi.
Perusahaan tersebut diduga menggunakan alat berat jenis ekskavator untuk melakukan aktivitas pendozeran pada jalan pintas yang selama ini digunakan masyarakat sebagai jalur angkutan.
Berdasarkan informasi yang diperoleh di lapangan, aktivitas tersebut diduga tidak hanya berdampak pada jalan yang biasa dilalui masyarakat. Pihak perusahaan juga disebut menumpuk rumput dan material lainnya di atas area tanaman sawit milik warga.
Tanaman sawit masyarakat yang masih berusia muda diduga tertimbun material, sehingga dikhawatirkan dapat mengalami kerusakan.
Persoalan ini menjadi sorotan masyarakat karena tindakan tersebut diduga dilakukan tanpa adanya musyawarah dan kesepakatan terlebih dahulu dengan warga yang terdampak.
Masyarakat berharap adanya kejelasan mengenai dasar dan prosedur yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.
Tim media berupaya meminta penjelasan dan konfirmasi kepada pihak PT Arara Abadi, khususnya kepada Dompak selaku Manajer Distrik Nilo.
Upaya konfirmasi dilakukan melalui sambungan telepon dan pesan WhatsApp. Namun, hingga berita ini diterbitkan, pihak yang bersangkutan belum memberikan tanggapan.
Pesan yang dikirimkan oleh tim media diketahui telah terbaca, namun belum ada jawaban maupun klarifikasi terkait persoalan yang dikeluhkan masyarakat.
Selain menghubungi pihak perusahaan, tim media juga mendatangi kantor desa setempat untuk melaporkan serta meminta keterangan dari pemerintah desa terkait persoalan tersebut.
Namun, berdasarkan keterangan perangkat desa, Kepala Desa sedang berada di luar kantor saat tim media datang.
Upaya konfirmasi melalui pesan juga telah dilakukan. Akan tetapi, hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan dari pihak pemerintah desa.
Masyarakat berharap pihak-pihak berwenang dapat segera meninjau langsung lokasi untuk mengetahui kondisi sebenarnya di lapangan.
Mereka juga berharap instansi terkait, sesuai dengan kewenangan masing-masing, dapat memberikan perhatian terhadap persoalan tersebut.
Selain itu, masyarakat berharap PT Arara Abadi dapat membuka ruang komunikasi dan duduk bersama dengan warga yang terdampak guna membahas persoalan tersebut secara musyawarah serta mencari solusi yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak PT Arara Abadi maupun pemerintah desa setempat belum memberikan tanggapan atau klarifikasi atas dugaan yang disampaikan masyarakat.
WARTANEWSTV.COM akan terus berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak terkait dan memantau perkembangan persoalan ini. Berita akan diperbarui apabila telah diperoleh keterangan resmi dari pihak perusahaan, pemerintah desa, maupun instansi berwenang.
Penulis: Tim Redaksi



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.