Pelalawan, Wartanewstv.com — Keributan terjadi di lingkungan SPBU Kota Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Riau, pada Rabu malam (19/8/2026) sekitar pukul 22.00 WIB.
Seorang sopir pelangsir BBM subsidi bernama Fahri Rajagukguk (21) diduga menjadi korban pengeroyokan oleh sejumlah pengemudi lainnya yang sedang mengantre untuk mendapatkan BBM jenis Solar bersubsidi.
Berdasarkan keterangan seorang warga yang mengaku menyaksikan kejadian tersebut, keributan bermula ketika korban diduga menerobos dan memotong antrean panjang kendaraan yang sedang menunggu giliran mengisi Solar subsidi.
Tindakan tersebut kemudian memicu kemarahan sejumlah pengemudi lain. Adu mulut terjadi dan situasi semakin memanas hingga berujung pada dugaan pengeroyokan terhadap korban.
“Dia langsung masuk lewat depan tanpa antre. Kami yang sudah menunggu lama tentu tidak terima. Suara makin tinggi, lalu mereka beramai-ramai menghampiri dan memukulinya,” ungkap salah seorang warga yang menyaksikan kejadian.
Akibat dugaan pengeroyokan tersebut, Fahri dilaporkan mengalami sejumlah luka pada tubuhnya. Korban juga disebut sempat muntah-muntah setelah kejadian.
Warga kemudian membawa korban ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan pertolongan medis. Berdasarkan informasi yang diterima, Fahri saat ini menjalani perawatan di RSUD Selasih Pangkalan Kerinci.
Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak Kepolisian terkait laporan dugaan pengeroyokan tersebut, termasuk mengenai identitas para terduga pelaku maupun apakah sudah ada pihak yang diamankan.
WartaNewsTV.com masih berupaya meminta konfirmasi kepada pihak Kepolisian terkait penanganan perkara tersebut.
Tim liputan WartaNewsTV.com akan terus memantau perkembangan kasus ini dan menyampaikan informasi lebih lanjut setelah memperoleh keterangan resmi dari pihak berwenang.
WartaNewsTV.com juga mengimbau seluruh pihak, khususnya para pelaku usaha pelangsir BBM, agar tetap menjaga ketertiban dan menyelesaikan setiap persoalan melalui jalur yang sah. Perselisihan terkait antrean maupun aktivitas pengisian BBM hendaknya tidak diselesaikan dengan kekerasan.
Penulis: Sudirman Waruhu



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.