Tapanuli Tengah, Wartanewstv.com — Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Sibolga-Tapanuli Tengah menggelar audiensi dengan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Tapanuli Tengah, Rabu (19/8/2026).

Audiensi tersebut menjadi ruang bagi GMNI Sibolga-Tapteng untuk menyampaikan aspirasi sekaligus menawarkan sejumlah solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat penghuni Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.

Dalam pertemuan itu, sejumlah persoalan menjadi perhatian, di antaranya ketersediaan air, keamanan, kebersihan lingkungan, fasilitas yang sebelumnya disediakan bagi penghuni, serta kualitas pelayanan pengelola Rusunawa.

GMNI menilai persoalan tersebut perlu mendapat perhatian serius dan ditindaklanjuti melalui evaluasi serta koordinasi antara Dinas Perkim, KUPT Rusunawa, dan masyarakat penghuni.

Salah satu aspirasi yang disampaikan adalah pentingnya transparansi publik dalam pengelolaan Rusunawa. Transparansi dinilai diperlukan agar masyarakat memperoleh informasi yang jelas mengenai administrasi, mekanisme pengelolaan, pelayanan, hingga prosedur penanganan pengaduan penghuni.

GMNI juga mendorong KUPT Rusunawa dan Dinas Perkim menjalankan transparansi sesuai dengan kewenangan masing-masing sehingga pengelolaan hunian dapat berjalan lebih terbuka dan akuntabel.

Selain itu, GMNI meminta dilakukan evaluasi terhadap kinerja pengelola Rusunawa, khususnya dalam aspek pelayanan kepada penghuni. Evaluasi tersebut diharapkan dapat menjadi dasar perbaikan agar pelayanan lebih responsif dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

Persoalan keamanan dan kebersihan lingkungan juga menjadi perhatian dalam audiensi. GMNI mendorong adanya penataan kembali sistem keamanan dan kebersihan dengan pola yang lebih efektif serta melibatkan masyarakat.

Salah satu gagasan yang ditawarkan yakni mengaktifkan Poskamling atau ronda malam sebagai bentuk partisipasi bersama dalam menjaga keamanan lingkungan Rusunawa.

Menurut GMNI, keterlibatan masyarakat dalam menjaga lingkungan dapat memperkuat sistem keamanan sekaligus menumbuhkan rasa tanggung jawab bersama terhadap tempat tinggal.

GMNI Sibolga-Tapteng menegaskan, mahasiswa tidak semata-mata hadir untuk menyampaikan kritik. Mahasiswa juga memiliki peran dalam menyerap aspirasi masyarakat, menyampaikan gagasan, serta mendorong lahirnya solusi atas persoalan yang terjadi di tengah masyarakat.

Karena itu, hasil audiensi tersebut diharapkan tidak berhenti pada forum pertemuan, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui langkah konkret di lapangan.

GMNI Sibolga-Tapteng juga menyatakan siap mengawal aspirasi masyarakat penghuni Rusunawa serta membangun komunikasi dengan pemerintah daerah dalam rangka mendorong terciptanya hunian yang aman, bersih, transparan, nyaman, dan didukung pelayanan publik yang lebih baik.

Bagi GMNI, penyampaian aspirasi bukan sekadar menyuarakan persoalan, melainkan juga menghadirkan solusi dan memastikan adanya tindak lanjut yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Penulis: Firman Harefa