Gunungsitoli, Wartanewstv.com — Pemuda asal Nias, Juli Berkat Bate’e, warga Desa Hiliweto Idanoi, Dusun II Gidosebua, Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara, mengkritik kegiatan Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution yang berkantor di Kepulauan Nias. Ia meminta agar kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi pencitraan politik, tetapi menghasilkan solusi nyata terhadap persoalan infrastruktur yang dihadapi masyarakat.
Salah satu yang disorot Juli adalah jalan longsor di Desa Tetehosi I, Dusun III Gidosebua, Kecamatan Gunungsitoli Idanoi, Kota Gunungsitoli, yang menurut keterangannya belum mendapatkan penanganan serius.
“Saya sebagai pemuda Nias menilai kegiatan Gubernur Bobby Nasution berkantor di Pulau Nias jangan sampai hanya menjadi pencitraan untuk memenuhi janji politik. Masyarakat membutuhkan bukti nyata, terutama dalam menyelesaikan persoalan yang langsung menyentuh kehidupan sehari-hari,” ujar Juli.
Menurut Juli, jalan tersebut merupakan akses penting bagi warga, termasuk untuk menghubungkan wilayah antardusun dan mengangkut hasil pertanian. Kondisi longsor dikhawatirkan menghambat mobilitas serta aktivitas ekonomi masyarakat.
Ia juga menilai ruas jalan tersebut berpotensi mendukung konektivitas antara Kota Gunungsitoli dan Kabupaten Nias, termasuk akses menuju Bandara Binaka, apabila dikembangkan melalui perencanaan dan penetapan status jalan sesuai ketentuan.
Juli meminta Bobby Nasution bersama instansi terkait turun langsung meninjau lokasi untuk melihat kondisi sebenarnya dan menentukan langkah penanganan yang diperlukan.
Selain jalan longsor, Juli menyoroti Jalan Hoziona yang menurut keterangannya pernah dikerjakan menggunakan alat berat, tetapi kini kembali ditumbuhi semak belukar dan pepohonan hingga badan jalannya tidak terlihat lagi.
Juli menjelaskan, jalan tersebut terletak sekitar ±200 meter dari tepi pantai, dengan lebar yang diperkirakan mencapai 10 meter. Jalurnya melintasi beberapa kawasan rawa hingga kebun masyarakat. Namun, menurut pengamatannya, kondisi saat ini menimbulkan pertanyaan mengenai hasil dan manfaat pekerjaan yang pernah dilakukan.
“Saya juga mempertanyakan Jalan Hoziona yang dahulu pernah dikerjakan menggunakan alat berat. Apa tujuan pekerjaannya, bagaimana perencanaannya, dan dari mana sumber anggarannya? Sekarang, menurut yang saya lihat, jalan itu kembali menjadi hutan,” ungkapnya.
Ia meminta instansi terkait menjelaskan tujuan pekerjaan tersebut, status jalan, sumber anggaran apabila menggunakan dana pemerintah, serta rencana tindak lanjutnya. Menurutnya, masyarakat berhak mengetahui hasil pembangunan, terutama jika pekerjaan tersebut dibiayai oleh anggaran negara.
Juli berharap kegiatan Bobby Nasution berkantor di Kepulauan Nias menjadi kesempatan untuk mendengarkan langsung keluhan warga dan menyelesaikan persoalan yang selama ini belum tertangani.
“Kami masyarakat membutuhkan Bapak turun langsung melihat kondisi kami dan memberikan solusi yang meyakinkan masyarakat. Dengan begitu, masyarakat memiliki harapan untuk membangkitkan kembali perekonomian,” tegas Juli.
Ia meminta Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Pemerintah Kota Gunungsitoli, sesuai kewenangan masing-masing, memberikan kejelasan mengenai status jalan, rencana penanganan longsor, serta tindak lanjut pekerjaan Jalan Hoziona.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak cukup diukur dari kunjungan pejabat atau kegiatan seremonial, melainkan dari hasil nyata yang bisa dirasakan masyarakat.
Hingga berita ini disusun, keterangan Juli mengenai kondisi jalan longsor dan Jalan Hoziona, termasuk riwayat pekerjaan menggunakan alat berat, masih perlu dikonfirmasi kepada instansi berwenang.
Awak media berulang kali melakukan konfirmasi kepada Walikota Gunungsitoli melalui via WhatsApp namun hingga kini tidak ada jawaban, dan juga pihak Polsek Gido telah menyampaikan kepada Camat Gunungsitoli Idanoi Pada Bulan September lalu namun tidak ada tindak lanjut yang di terima oleh masyarakat.
Redaksi WARTANEWSTV.COM membuka ruang klarifikasi dan hak jawab bagi Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution, Pemerintah Kota Gunungsitoli, serta pihak terkait lainnya demi menjaga prinsip keberimbangan dan akurasi pemberitaan.
Penulis: Tim Redaksi



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.