Morotai, WartaNewsTV. Com,— Persoalan pendidikan di Kabupaten Pulau Morotai menjadi sorotan dalam dialog publik yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIPOL) Universitas Pasifik (Unipas) Morotai.
Dialog yang mengangkat tema “Ribuan Anak Kehilangan Masa Depan, Pendidikan untuk Siapa?” tersebut digelar di BUMDes Gotalamo, Kecamatan Morotai Selatan, Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara.
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pulau Morotai Rusdi Yaman, S.Ag., MM, Kabid GTK Ali Gafur, S.G., Anggota DPRD Kabupaten Pulau Morotai M. Akbar Mangoda, Dekan FKIP Unipas Morotai, Dekan FISIPOL Unipas Morotai Citriana Kanyia, serta sejumlah pimpinan BEM fakultas dan organisasi ekstra mahasiswa.
Ketua BEM FISIPOL Unipas Morotai, Citriana Kanyia, mengatakan dirinya merasa bangga melihat berbagai elemen hadir dan ikut membicarakan persoalan pendidikan di daerah tersebut.
“Saya sangat merasa bangga. Itu artinya kita masih memiliki hati nurani guna melihat generasi penerus bangsa,” katanya.
Menurut Citriana, dialog tersebut sengaja digelar untuk menemukenali sekaligus mendudukkan berbagai persoalan pendidikan yang terjadi di Kabupaten Pulau Morotai.
Ia mengatakan, isu pendidikan di Morotai berdasarkan data dan catatan investigasi dari berbagai elemen menunjukkan adanya persoalan yang perlu mendapatkan perhatian serius.
“Ribuan anak kehilangan masa depan, pendidikan untuk siapa?” menjadi pertanyaan yang diangkat BEM FISIPOL melalui dialog tersebut.
Citriana menyebut, adanya informasi mengenai ribuan anak yang putus sekolah menjadi salah satu persoalan yang ingin dikaji bersama melalui forum tersebut.
Menurutnya, BEM FISIPOL memosisikan diri sebagai kelompok kritis yang berinisiatif menghadirkan sejumlah elemen strategis, terutama pihak-pihak yang memiliki tanggung jawab terhadap pendidikan dan masa depan anak-anak di Morotai.
“Kami ingin mempercakapkan sekaligus memberikan jalan tengah terhadap problem pendidikan yang terjadi dewasa ini di Pulau Morotai,” ujarnya.
Akan Kawal Persoalan Pendidikan
Citriana berharap dialog tersebut dapat menjadi sumber aspirasi sekaligus awal dari pengawalan terhadap berbagai persoalan di Kabupaten Pulau Morotai.
Ia menilai kehadiran unsur DPRD dan Dinas Pendidikan dalam dialog menjadi penting karena persoalan yang dibahas berkaitan langsung dengan kebijakan dan penyelenggaraan pendidikan di daerah.
“Yang hadir pada malam ini ada dari DPRD Kabupaten Pulau Morotai dan Dinas Pendidikan Kabupaten Pulau Morotai. Nantinya kita akan terus mengawal masalah yang ada di Kabupaten Pulau Morotai, selain dari masalah pendidikan,” katanya.
Menurutnya, BEM FISIPOL tidak hanya akan menyoroti persoalan pendidikan, tetapi juga berbagai persoalan publik lainnya yang dinilai perlu mendapatkan perhatian pemerintah daerah.
BEM Siapkan Ultimatum
Citriana juga menyampaikan bahwa BEM akan memberikan ultimatum kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Pulau Morotai agar lebih serius menangani berbagai persoalan yang belakangan terjadi di daerah tersebut.
Ia menegaskan, mahasiswa akan terus menjalankan fungsi kontrol sosial terhadap pemerintah.
“Bila anak muda mati rasa, maka matilah sebuah bangsa,” tegasnya.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi penutup sikap BEM FISIPOL Unipas Morotai dalam dialog publik tersebut, yang menempatkan mahasiswa sebagai salah satu elemen masyarakat yang akan terus mengawal persoalan pendidikan dan berbagai isu publik di Kabupaten Pulau Morotai.
Penulis: Habib Inga



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.