Ternate, WartaNewsTV.com — Warga Kelurahan Toboleu, Kecamatan Ternate Utara, Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara, mengeluhkan pelayanan distribusi air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Ternate yang dilaporkan tidak lancar selama kurang lebih tiga minggu terakhir.
Kondisi tersebut membuat warga resah karena pasokan air yang sebelumnya mengalir lancar kini sering terhenti. Warga mengaku air terkadang mengalir selama satu jam, kemudian mati selama tiga hingga lima jam sebelum kembali mengalir.
Di tengah gangguan distribusi tersebut, warga mempertanyakan tanggung jawab PDAM Ternate dalam menjaga stabilitas pasokan air bersih, terlebih pembayaran tagihan pelanggan tetap berjalan.
Seorang warga Kelurahan Toboleu yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan mengatakan, gangguan aliran air mulai dirasakan dalam beberapa minggu terakhir. Padahal, sebelumnya pasokan air dinilai relatif lancar.
“Airnya belakangan ini tidak lancar. Sebelumnya lancar, tetapi proses pembayarannya tetap berjalan,” ungkap warga tersebut dengan nada kecewa.
Menurutnya, warga berharap distribusi air kembali normal dan tagihan yang dibayarkan sesuai dengan pemakaian serta ketentuan yang berlaku.
Ia juga menceritakan pengalaman sebelumnya ketika tagihan air meningkat hingga sekitar Rp1 juta, jauh di atas tagihan yang biasanya tidak lebih dari Rp80 ribu. Namun, setelah diperiksa, kenaikan tersebut diduga berkaitan dengan tunggakan pembayaran selama dua bulan dan kebocoran sambungan air yang tidak disadari.
Pengalaman itu menunjukkan pentingnya pemeriksaan meteran dan sambungan air untuk memastikan penyebab kenaikan tagihan. Sementara itu, gangguan distribusi yang terjadi saat ini diharapkan mendapat penanganan serius dari pihak PDAM.
Keluhan serupa disampaikan Jahon, warga Kelurahan Toboleu. Ia menyebut gangguan distribusi air bukan kali pertama terjadi. Menurutnya, kondisi air yang mengalir dan kemudian terhenti telah berulang dalam beberapa bulan terakhir.
Jahon mengaku warga belum mengetahui secara pasti penyebab gangguan tersebut. Ia juga mempertanyakan apakah PDAM Ternate telah melakukan pemeriksaan langsung di lapangan untuk mengidentifikasi persoalan distribusi air di wilayah mereka.
“Secara spesifik kami belum tahu apa kendalanya. Dalam beberapa bulan terakhir, air sering mati dan tersendat. Namun, setahu saya, belum ada petugas PDAM yang datang untuk menjelaskan langsung kepada masyarakat apa penyebabnya,” ujarnya.
Ia menggambarkan kondisi distribusi air yang dinilai tidak menentu. Air dapat mengalir selama satu jam, lalu berhenti selama tiga hingga lima jam, sebelum kembali mengalir dalam waktu singkat.
Menurut Jahon, gangguan tersebut bahkan dirasakan hampir setiap hari sehingga menyulitkan masyarakat memenuhi kebutuhan dasar rumah tangga.
“Jujur, kami masyarakat Kelurahan Toboleu sangat resah dengan kondisi ini. Air merupakan kebutuhan pokok manusia. Bagaimana masyarakat bisa menjalankan aktivitas sehari-hari kalau air terus hidup dan mati?” katanya.
Jahon menegaskan, persoalan yang dikeluhkan warga bukan semata-mata mengenai terhentinya aliran air, melainkan juga ketidakpastian pelayanan yang dirasakan pelanggan ketika kewajiban pembayaran tetap harus dipenuhi.
Ia meminta PDAM Ternate memberikan penjelasan terbuka mengenai penyebab gangguan, langkah perbaikan yang dilakukan, serta upaya untuk memastikan distribusi air kembali stabil.
“Pembayaran tetap kami lakukan, tetapi airnya tidak lancar. Kami berharap ada perhatian serius karena ini menyangkut kebutuhan masyarakat,” tegasnya.
Ia juga meminta pemerintah daerah dan pihak terkait tidak mengabaikan keluhan warga yang telah berlangsung selama berminggu-minggu.
Menurutnya, pemeriksaan atau investigasi teknis perlu dilakukan untuk mengetahui apakah gangguan disebabkan persoalan jaringan distribusi, tekanan air, kerusakan fasilitas, atau faktor teknis lainnya. Penyebab tersebut, kata dia, perlu dipastikan melalui pemeriksaan langsung oleh petugas berwenang.
Warga berharap PDAM Ternate segera menurunkan petugas untuk memeriksa kondisi distribusi air di Kelurahan Toboleu sekaligus menyampaikan penjelasan mengenai penyebab gangguan yang terjadi berulang kali.
Mereka juga meminta adanya langkah perbaikan yang terukur agar aliran air kembali normal dan tidak terus mengganggu aktivitas masyarakat.
Bagi warga, air bersih bukan sekadar layanan tambahan, melainkan kebutuhan dasar yang harus tersedia untuk menunjang kehidupan sehari-hari.
Hingga berita ini disusun, awak media masih berupaya konfirmasi keterangan resmi dari pihak PDAM Ternate maupun Pemerintah Kota Ternate mengenai penyebab gangguan distribusi air yang dikeluhkan warga tersebut.
Penulis: Habib



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.